SINTANG, RB – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Yohanes Rumpak, menyuarakan keprihatinannya terhadap kondisi jalan provinsi yang melintasi wilayah Sintang.
Ia menilai anggaran yang rutin dialokasikan setiap tahun belum membuahkan hasil maksimal dalam memperbaiki fungsionalitas jalur tersebut.
“Setiap tahun anggaran turun, tapi kondisi jalannya tetap tidak menunjukkan perkembangan berarti. Jalur dari Simpang Medang ke Nanga Mau, Tebidah, Serawai hingga Ambalau adalah rute vital, namun masih sulit diakses,” ujar Yohanes, belum lama ini.
Menurut politisi dari PDI Perjuangan ini, strategi pembangunan infrastruktur jalan seharusnya lebih menitikberatkan pada aspek fungsional, seperti pengerasan dan pembangunan jembatan, bukan langsung fokus pada pengaspalan.
“Tidak harus langsung mulus beraspal, yang penting bisa dilalui. Percuma aspal di satu titik, tapi jalan terputus di ujung. Itu tidak menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya tegas.
Selain jalur Serawai Ambalau, Yohanes juga menyoroti ruas jalan dari Tugu Beji menuju Semubuk, yang merupakan akses menuju perbatasan Kabupaten Sekadau. Ia menilai proyek tersebut tidak boleh dikerjakan setengah hati.
“Kita butuh jalan yang benar-benar bisa dipakai, bukan sekadar bagus di permukaan. Lihat saja jalan perusahaan, bisa tetap kokoh meski tanpa aspal. Maka jalan provinsi pun seharusnya bisa dibuat demikian,” tambahnya.
Yohanes pun berharap Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat benar-benar mendengar dan mempertimbangkan masukan ini agar tidak terus-menerus mengulangi pola pembangunan yang tidak efektif.
“Kalau hanya bangun 2 kilometer aspal per tahun, sampai tahun 2029 pun jalan itu tidak akan bisa dipakai secara utuh. Jadi mulai dulu dari fungsionalitasnya. Itu yang paling dibutuhkan masyarakat,” pungkasnya.











