SINTANG, RB – Masyarakat di sepanjang ruas jalan Simpang Medang–Nanga Mau akhirnya bisa bernapas lega. Setelah bertahun-tahun menghadapi kondisi jalan yang rusak dan sulit dilalui, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mulai mengerjakan proyek peningkatan jalan yang telah lama dinantikan warga.
Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Juni, menjadi salah satu pihak yang memberikan apresiasi tinggi atas langkah pemerintah provinsi tersebut. Menurutnya, pembangunan jalan ini bukan hanya menjawab keluhan masyarakat, tetapi juga membuka peluang kemajuan baru bagi daerah-daerah yang selama ini terisolasi.
“Ini kabar yang sangat menggembirakan. Saya mengapresiasi perhatian Pemprov Kalbar terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah kami,” ujarnya, Selasa (11/11).
Ia menjelaskan bahwa ruas jalan ini merupakan jalur vital yang menopang aktivitas masyarakat sehari-hari, mulai dari akses menuju pasar, sekolah, fasilitas kesehatan, hingga transportasi hasil pertanian. Dengan kondisi jalan yang lebih baik, ia meyakini mobilitas warga akan meningkat dan perekonomian daerah semakin bergerak.
“Ketika jalan bagus, masyarakat lebih mudah beraktivitas dan perputaran ekonomi menjadi lebih cepat. Ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi kebutuhan dasar masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menyoroti dampak positif bagi wilayah Dedai dan Kayan Hilir, yang selama ini sering terkendala akses menuju pusat kota. Peningkatan jalan dinilai akan menghadirkan peluang usaha baru, terutama bagi petani, pedagang kecil, dan pelaku UMKM yang selama ini kesulitan memasarkan produk karena kondisi jalan yang buruk.
Meski begitu, Juni berharap pembangunan tidak berhenti sampai di titik yang telah dikerjakan saat ini. Ia menekankan pentingnya kesinambungan pembangunan agar seluruh ruas jalan dapat selesai dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Jalan ini masih panjang dan memerlukan perhatian berkelanjutan. Harapan kami, pemerintah terus melanjutkan pembangunan hingga seluruh ruas benar-benar layak dan aman dilalui,” katanya.
Proyek peningkatan ruas jalan Simpang Medang–Nanga Mau tahun ini menggunakan anggaran Rp29 miliar dari APBD Provinsi Kalimantan Barat. Menurutnya alokasi tersebut merupakan bukti nyata komitmen pemerintah untuk menjangkau wilayah pedalaman dan memastikan pemerataan pembangunan.
“Ketika infrastruktur memadai, masyarakat akan tumbuh bersama. Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara di tengah rakyatnya,” tutup Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Juni.











