SINTANG, RB – Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Sintang, Santosa, menyatakan keprihatinan yang sangat dalam terkait merebaknya kasus Tuberkulosis (TBC) di Desa Melingkat, Kecamatan Kayan Hilir. Menurutnya, situasi ini sebagai keadaan darurat yang membutuhkan penanganan segera dan tidak boleh diabaikan.
Dalam kunjungan reses yang baru saja dilakukannya ke daerah tersebut, Santosa mendapati sejumlah warga yang diduga kuat mengidap TBC. Bahkan, ia turut membantu proses rujukan medis bagi warga yang terinfeksi.
“Selama masa reses, kami menemukan warga yang sedang sakit. Kami langsung membantu proses rujukan medis. Total sembilan orang telah kami fasilitasi, namun empat di antaranya meninggal dunia. Semua sudah dipastikan positif TBC,” ujar Santosa saat ditemui di Gedung DPRD Sintang, belum lama ini.
Santosa mengungkapkan bahwa masalah TBC di Desa Melingkat bukanlah hal baru. Ia menyebutkan bahwa sebelumnya telah menyampaikan kondisi ini kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, namun respons yang diterima belum mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan.
“Dulu Dinas Kesehatan mengatakan kasus ini sudah ditangani, tetapi setelah kami turun ke lapangan, kenyataannya berbeda. Warga masih banyak yang terjangkit, bahkan ada yang meninggal dunia,” ungkapnya.
Santosa menegaskan pentingnya Dinas Kesehatan untuk tidak hanya mengandalkan laporan dari staf atau tenaga medis di lapangan, melainkan harus turun langsung untuk melakukan pengecekan secara menyeluruh.
“Kami mendesak agar Dinas Kesehatan segera melakukan kunjungan langsung ke Desa Melingkat. Jangan hanya mengandalkan laporan yang belum tentu akurat dari balik meja kerja. Gunakan seluruh sumber daya yang ada untuk memastikan desa ini terbebas dari ancaman TBC,” tegas Santosa.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa penanganan masalah kesehatan masyarakat, terutama penyakit menular, harus dilakukan secara cepat, komprehensif, dan berkelanjutan.
“Kesehatan masyarakat adalah tanggung jawab bersama. Ini bukan sekadar persoalan penyakit, tapi juga soal kehadiran dan kepedulian pemerintah. Jangan sampai masyarakat merasa terabaikan tanpa adanya harapan,” pungkasnya.











