Radarnya Borneo

Fraksi Hanura Soroti Belanja Daerah 2024: Tinggi Serapan, Tapi Masih Banyak PR

SINTANG, RB – Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) DPRD Kabupaten Sintang memberikan perhatian mendalam terhadap pelaksanaan anggaran belanja daerah tahun 2024 yang telah dipaparkan oleh Pemerintah Kabupaten Sintang dalam Rapat Paripurna DPRD baru-baru ini.

Melalui juru bicaranya, Nekodimus, Fraksi Hanura menyampaikan penghargaan atas tingkat realisasi anggaran belanja yang cukup signifikan, namun tetap menyertakan sejumlah catatan dan masukan penting sebagai bahan evaluasi untuk ke depan.

Dalam laporan yang disampaikan oleh pihak eksekutif, total realisasi belanja daerah mencapai Rp2.098.139.780.434,13 atau sebesar 91,51% dari keseluruhan pagu anggaran. Angka tersebut dianggap mencerminkan kerja keras dari seluruh elemen di lingkup pemerintah daerah. Kendati demikian, Fraksi Hanura menilai bahwa masih terdapat sejumlah aspek yang perlu ditingkatkan guna mendorong efisiensi dan efektivitas penggunaan anggaran.

Beberapa poin sorotan Fraksi Hanura antara lain:

Pertama, Belanja Operasional, yang merupakan komponen penting untuk menunjang layanan publik sehari-hari, hanya terserap 89,90%. Menurut Fraksi Hanura, hal ini menunjukkan adanya ruang perbaikan dalam pengelolaan kegiatan operasional secara menyeluruh.

Kedua, Belanja Modal, yang berkaitan langsung dengan pembangunan fisik dan infrastruktur, baru terealisasi 85,33%. Angka ini dianggap mengindikasikan adanya tantangan dalam proses perencanaan teknis, pelaksanaan lapangan, maupun sistem pengawasan proyek.

Ketiga, Belanja Tidak Terduga hanya tercapai 17,79% dari alokasi yang direncanakan. Fraksi Hanura menyarankan agar ke depan perencanaan untuk pos ini dibuat lebih realistis dan fleksibel, sehingga dapat benar-benar menjawab kebutuhan mendesak yang mungkin muncul sewaktu-waktu.

Keempat, Sebaliknya, Belanja Transfer justru menunjukkan angka realisasi yang melebihi target, yakni sebesar 101,81%. Menurut Fraksi Hanura, pencapaian ini patut dikaji lebih lanjut terkait mekanisme distribusinya serta pengaruhnya terhadap pembangunan di tingkat desa dan layanan publik lokal.

Dalam pandangan Fraksi Hanura, capaian anggaran belanja bukan hanya soal angka, tetapi juga menyangkut kualitas dan dampak nyata terhadap kesejahteraan warga.

“Ke depan, kami mendorong agar perencanaan anggaran disusun dengan lebih matang dan terukur, sehingga seluruh program yang telah dialokasikan bisa dilaksanakan secara optimal dan tepat waktu,” ujar Nekodimus saat menyampaikan pandangan fraksinya.

Fraksi Hanura menekankan pentingnya membangun sinergi yang kuat antara proses perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan program agar anggaran daerah tidak hanya terserap tinggi dari sisi kuantitas, tetapi juga memberikan hasil yang nyata dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Sintang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *