Radarnya Borneo

Yohanes Rumpak Serukan Pemerintah Hadir Lewat Skema Transmigrasi Lokal Berkeadilan

SINTANG, RB – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Yohanes Rumpak, menegaskan perlunya pemerintah mendorong pelaksanaan program transmigrasi lokal sebagai langkah konkret untuk membantu masyarakat yang belum memiliki tanah maupun tempat tinggal.

Dalam keterangannya, Rumpak menilai bahwa pendekatan transmigrasi lokal lebih tepat sasaran ketimbang model transmigrasi konvensional, karena menyasar warga asli daerah yang selama ini belum tersentuh akses kepemilikan lahan dan rumah secara layak.

“Banyak masyarakat kita yang sampai sekarang masih belum punya rumah sendiri, bahkan tidak memiliki sebidang tanah. Mereka hidup menumpang di rumah orang tua atau mertua, satu atap bisa ditempati dua hingga tiga keluarga,” ujar Rumpak, belum lama ini.

Ia mencontohkan kondisi di desa-desa dan pedalaman, di mana realitas ini cukup memprihatinkan. Banyak pasangan muda yang telah berkeluarga, namun belum bisa mandiri secara tempat tinggal, karena keterbatasan ekonomi.

Menurutnya, pemerintah daerah seharusnya hadir dan mengambil peran dalam menyediakan solusi melalui pembangunan kawasan transmigrasi lokal. Kawasan ini, lanjutnya, harus dilengkapi dengan fasilitas dasar seperti rumah, lahan pertanian, serta dukungan logistik yang memungkinkan warga memulai kehidupan baru dengan lebih baik.

“Program ini bukan sekadar relokasi, tapi juga pemberdayaan. Kalau warga tidak punya rumah, pemerintah harus bantu mereka punya. Kalau tidak punya tanah, harus difasilitasi. Bahkan, mereka juga berhak mendapatkan dukungan hidup selama dua tahun sebagaimana skema transmigrasi yang sudah ada,” tegas politisi Partai PDI Perjuangan tersebut.

Ia juga menambahkan bahwa pelaksanaan program ini jika dilakukan secara terencana, bisa memberi dampak besar tidak hanya bagi kesejahteraan warga, tetapi juga dalam mengatasi masalah stunting di daerah, karena keluarga yang memiliki rumah dan lahan akan lebih mudah memenuhi kebutuhan gizi dan hidup lebih layak.

“Kalau kebutuhan dasar terpenuhi, angka stunting bisa ditekan. Jadi transmigrasi lokal ini bukan hanya soal tanah dan rumah, tapi juga soal peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh,” pungkas Rumpak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *