Radarnya Borneo

Kemacetan Kota Sintang, Yohanes Rumpak Desak Langkah Konkret

SINTANG – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Yohanes Rumpak, kembali menyoroti masalah kemacetan lalu lintas yang kerap terjadi di wilayah kota Sintang, terutama ketika memasuki masa-masa perayaan seperti Gawai Dayak dan event besar lainnya yang rutin digelar di Sintang.

Menurutnya, masalah ini bukan hal baru dan membutuhkan tindakan nyata dari pemerintah daerah. Ia menekankan pentingnya tidak terus-menerus bergantung pada intervensi pemerintah pusat atau provinsi.

“Kita tak bisa selalu mengandalkan pusat. Daerah juga harus punya terobosan dan strategi sendiri,” ujar Yohanes dalam sebuah wawancara baru-baru ini.

Salah satu solusi yang ia dorong adalah pembukaan jalur alternatif dari kawasan Jerora 2 menuju Jerora 1. Jalur ini dinilai penting karena setiap kali ada kegiatan adat di Rumah Betang, area tersebut selalu dipadati kendaraan.

“Setiap kali gawai berlangsung, minimal empat hari ke depan jalanan pasti macet lagi. Ini kejadian tahunan, jadi solusinya bukan sementara, tapi permanen,” jelasnya.

Yohanes menambahkan, hingga saat ini belum ada jalan alternatif dari jalur utama nasional atau provinsi yang berada di dalam kota. Ia menilai, sudah saatnya pemerintah daerah mengambil inisiatif untuk membuka akses baru guna mengatasi kepadatan lalu lintas.

“Betul, pemerintah pusat punya kewajiban, tapi mereka juga harus membagi perhatian ke banyak daerah lain. Kalau kita hanya menunggu tanpa berbuat, kemacetan akan terus menjadi masalah,” katanya.

Ia menutup pernyataannya dengan mendorong Pemkab Sintang untuk hadir sebagai pengambil kebijakan dan pemecah masalah, bukan sekadar pihak yang menunggu bantuan dari luar.

“Kemacetan harus diselesaikan. Pemerintah daerah wajib turun tangan dan mencari solusi nyata,” tegas Yohanes.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *