Radarnya Borneo

DPRD Sintang Dorong Optimalisasi PAD dari Sektor Perparkiran

SINTANG, RB – Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Liyus, mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang untuk lebih serius dalam mengoptimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor perparkiran. Ia menilai sektor ini memiliki peluang besar untuk meningkatkan pendapatan daerah apabila dikelola secara profesional, transparan, dan berbasis sistem yang tertata dengan baik.

Menurut Liyus, selama ini pengelolaan parkir di Kabupaten Sintang masih belum maksimal. Akibatnya, potensi pendapatan yang seharusnya bisa masuk ke kas daerah belum tergarap secara optimal. Padahal, aktivitas parkir di sejumlah titik strategis seperti kawasan pasar, pusat perbelanjaan, hingga area perkantoran setiap harinya cukup tinggi dan terus berlangsung.

“Kalau perparkiran ini dikelola dengan baik, kita yakin PAD dari sektor ini akan meningkat. Ini potensi yang nyata dan harus segera dimaksimalkan oleh pemerintah daerah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu langkah penting yang perlu dilakukan adalah pembenahan sistem pengelolaan parkir secara menyeluruh. Hal tersebut mencakup penataan lokasi parkir, penetapan tarif yang jelas dan seragam, serta pengawasan ketat terhadap petugas di lapangan agar tidak terjadi kebocoran pendapatan daerah.

Selain itu, Liyus juga mendorong pemanfaatan teknologi, seperti sistem parkir digital atau elektronik, yang dinilai mampu meningkatkan transparansi sekaligus meminimalisir potensi penyimpangan dalam pengelolaan retribusi parkir.

Menurutnya, pengelolaan perparkiran yang profesional tidak hanya berdampak pada peningkatan PAD, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Dengan sistem yang tertata, pengguna jasa parkir akan merasakan kenyamanan, kepastian tarif, serta pelayanan yang lebih tertib dan aman.

Ia juga menyarankan agar Pemkab Sintang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pola pengelolaan yang selama ini berjalan, termasuk kemungkinan melibatkan pihak ketiga yang memiliki kompetensi di bidang perparkiran.

“Transparansi dan akuntabilitas harus menjadi prinsip utama. Jangan sampai potensi besar ini tidak memberikan kontribusi yang signifikan bagi daerah,” tegasnya.

Liyus berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret agar sektor perparkiran dapat menjadi salah satu sumber PAD yang andal, sekaligus mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Sintang secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *