Radarnya Borneo

Dorong Optimalisasi PAD, DPRD Sintang Minta Pengelolaan Parkir Dibenahi Lebih Profesional

Hikman Sudirman

SINTANG, RB – Upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk dari kalangan legislatif. Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Sintang, Hikman Sudirman, meminta Pemerintah Kabupaten Sintang untuk melakukan pembenahan menyeluruh terhadap pengelolaan sektor parkir kendaraan yang dinilai masih belum optimal.

Menurut Hikman, sektor parkir memiliki potensi pendapatan yang cukup besar apabila dikelola secara profesional, transparan, dan berbasis sistem yang tertata dengan baik. Namun, hingga saat ini, ia menilai masih terdapat sejumlah persoalan mendasar di lapangan yang menyebabkan potensi tersebut belum tergarap maksimal.

“Parkir ini terlihat sederhana, tetapi jika tidak dikelola dengan baik, potensi kebocoran pendapatan sangat besar. Sebaliknya, jika dikelola secara profesional, ini bisa menjadi sumber PAD yang menjanjikan,” ujarnya, Jumat 20 Maret 2026.

Ia menjelaskan, beberapa permasalahan yang masih ditemukan antara lain belum adanya pendataan titik parkir yang terstruktur, sistem retribusi yang belum seragam, serta lemahnya pengawasan terhadap petugas di lapangan. Kondisi tersebut, lanjutnya, berpotensi menyebabkan kebocoran pendapatan yang seharusnya masuk ke kas daerah.

Selain itu, Hikman juga menyoroti pentingnya inovasi dalam pengelolaan parkir. Salah satu langkah yang dinilai perlu dipertimbangkan adalah penerapan sistem digitalisasi, guna meningkatkan transparansi sekaligus meminimalisir potensi penyimpangan dalam penarikan retribusi.

Ia juga menekankan pentingnya penataan lokasi parkir agar lebih tertib, terutama di kawasan pusat aktivitas masyarakat. Hal ini tidak hanya berdampak pada peningkatan PAD, tetapi juga mendukung kelancaran arus lalu lintas dan kenyamanan publik.

Lebih lanjut, Hikman mendorong Pemerintah Kabupaten Sintang untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem yang berjalan saat ini. Evaluasi tersebut diharapkan mencakup pendataan ulang titik parkir, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penyusunan regulasi yang lebih tegas dan jelas.

“Kalau ini dibenahi, bukan hanya PAD yang meningkat, tapi juga ketertiban dan kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari,” tambahnya.

Ia berharap, dengan adanya pembenahan yang serius dan berkelanjutan, sektor parkir dapat menjadi salah satu sumber pendapatan daerah yang stabil sekaligus memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *