SINTANG, RB – Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Anastasia, mengapresiasi langkah PT Indomarco Prismatama Cabang Pontianak yang telah menyalurkan program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) di Kabupaten Sintang. Bantuan tersebut difokuskan untuk mendukung upaya penanganan stunting yang saat ini menjadi perhatian bersama pemerintah dan masyarakat.
Menurut Anastasia, keterlibatan pihak swasta dalam membantu program pemerintah, khususnya di bidang kesehatan dan peningkatan gizi masyarakat, merupakan bentuk kepedulian yang patut diapresiasi. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sangat penting dalam menekan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan generasi masa depan.
“Program CSR seperti ini sangat membantu pemerintah daerah dalam upaya penanganan stunting. Kami tentu mengapresiasi PT Indomarco Prismatama Cabang Pontianak yang telah memilih Kabupaten Sintang sebagai salah satu daerah penerima bantuan,” ujar Anastasia.
Ia menambahkan bahwa program seperti ini diharapkan tidak hanya bersifat sementara, tetapi dapat dilakukan secara berkelanjutan agar dampaknya lebih luas dan merata di masyarakat. Dengan demikian, upaya penurunan angka stunting dapat berjalan lebih efektif dan terukur.
Sementara itu, Branch Manager PT Indomarco Prismatama Cabang Pontianak, Bhenika Bayu Aji, menjelaskan bahwa pihaknya menyalurkan sebanyak 250 paket nutrisi yang berisi bahan kebutuhan pokok seperti beras, gula, telur, dan susu. Paket tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi keluarga penerima manfaat.
Menurut Bhenika, program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung upaya pemerintah menurunkan angka stunting di berbagai daerah di Indonesia. Ia menyebutkan bahwa Kabupaten Sintang menjadi salah satu wilayah penerima program di Kalimantan Barat.
“Ini merupakan provinsi ke-10 secara nasional yang menerima program ini. Untuk Kalimantan Barat, kami memilih Sintang. Kami berharap bantuan ini bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa stunting bukan hanya persoalan tinggi dan berat badan anak, tetapi juga berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan pihak swasta, diharapkan upaya penurunan angka stunting di Kabupaten Sintang dapat berjalan lebih optimal sehingga mampu menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.











