Radarnya Borneo

DPRD Sintang : Kesehatan, Pendidikan, dan Jalan Tetap Jadi Fokus Pembangunan di Tengah Tantangan Fiskal

SINTANG, RB – Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Indra Subekti, menegaskan bahwa pemangkasan dana transfer pusat sebesar Rp338 miliar tidak akan mengubah fokus pembangunan daerah pada tiga sektor utama yaitu kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur jalan.

Menurutnya, meski kemampuan anggaran daerah melemah, komitmen untuk melayani kebutuhan masyarakat tetap tidak berubah.

Dalam keterangannya, Ia menyampaikan bahwa pemotongan dana dari pemerintah pusat menjadi tantangan yang harus dihadapi dengan perencanaan matang dan efisiensi yang lebih ketat. Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah harus menyesuaikan skala prioritas pembangunan tanpa mengurangi kualitas layanan publik.

“Kaita bekerja dengan kondisi yang ada. Prioritas untuk masyarakat harus tetap dijaga,” katanya, Jumat 28 November 2025).

Sektor kesehatan disebut sebagai prioritas paling vital karena menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Pemerintah daerah, menurutanya, tetap mengalokasikan anggaran memadai untuk operasional puskesmas, peningkatan fasilitas kesehatan, serta layanan penunjang lainnya.

Ia menekankan bahwa keberlanjutan layanan kesehatan merupakan tolok ukur keberhasilan pemerintah daerah dalam menjaga kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, sektor pendidikan juga akan tetap mendapat perhatian khusus. Ketua DPRD Sintang ini menilai bahwa kualitas pendidikan tidak boleh menurun hanya karena keterbatasan anggaran.

Program-program seperti peningkatan fasilitas sekolah, pengadaan sarana belajar, serta pengembangan kompetensi guru akan tetap diupayakan berjalan, meski dengan beberapa penyesuaian teknis.

Pada aspek infrastruktur jalan, Ia mengakui bahwa sejumlah rencana peningkatan ruas jalan harus ditinjau ulang. Namun, titik-titik prioritas yang memengaruhi akses ekonomi dan mobilitas masyarakat tetap akan dikerjakan secara bertahap.

Ia menegaskan bahwa konektivitas wilayah merupakan fondasi pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sintang, sehingga tetap harus mendapat perhatian serius.

Ia juga mengajak seluruh perangkat daerah untuk bekerja lebih kreatif dalam memaksimalkan anggaran. Ia menilai bahwa sinergi antara DPRD dan pemerintah daerah adalah kunci menjaga kestabilan pembangunan di tengah tantangan fiskal.

“Kita harus bijak mengelola anggaran yang terbatas ini. Yang penting, manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

DPRD Sintang, tambahnya, akan terus melakukan pengawasan terhadap kebijakan anggaran agar setiap rupiah yang digunakan tepat sasaran. Dengan manajemen fiskal yang disiplin, Ia optimistis Kabupaten Sintang tetap mampu menjaga arah pembangunan meski dana pusat dipangkas cukup besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *