SINTANG, RB – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Sandan, kembali menyoroti persoalan keterisolasian wilayah Serawai dan Ambalau yang hingga kini masih mengandalkan transportasi sungai sebagai jalur utama mobilitas warga.
Ia menilai lambatnya pembangunan infrastruktur jalan di dua kecamatan tersebut telah menghambat laju perkembangan sosial dan ekonomi masyarakat setempat.
Menurutnya, kondisi geografis Serawai dan Ambalau seharusnya tidak menjadi alasan bagi pemerintah untuk abai terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Ia menegaskan bahwa pembangunan akses darat harus segera diprioritaskan sebagai langkah strategis membuka keterbatasan yang sudah berlangsung puluhan tahun.
“Banyak desa di Serawai dan Ambalau sampai sekarang hanya bisa ditempuh lewat sungai. Ini tentu menjadi persoalan serius karena menyangkut mobilitas warga, distribusi barang, pelayanan kesehatan, hingga pendidikan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, transportasi sungai yang selama ini menjadi tumpuan memiliki tantangan besar, terutama terkait biaya operasional yang tinggi dan faktor keselamatan. Pada musim kemarau, debit air surut sehingga pergerakan kapal terhambat. Sementara saat musim hujan, arus deras meningkatkan risiko kecelakaan dan memperpanjang waktu tempuh.
Ketergantungan pada moda transportasi sungai juga membuat harga logistik di wilayah tersebut menjadi sangat fluktuatif. Masyarakat harus membayar lebih mahal untuk mengangkut bahan pokok maupun hasil pertanian, sementara akses terhadap layanan kesehatan seringkali terkendala jarak dan cuaca.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sintang, menilai pembangunan jalan darat menuju Serawai dan Ambalau bukanlah hal mustahil. Namun ia menekankan perlunya komitmen kuat dari pemerintah daerah dan pemerintah provinsi dalam penyusunan anggaran serta perencanaan pembangunan yang berkelanjutan.
Ia mendorong pemetaan ulang terhadap ruas-ruas prioritas yang harus segera dibuka atau ditingkatkan. Menurutnya, jika akses jalan memadai, potensi ekonomi lokal seperti hasil hutan bukan kayu, rotan, karet, hingga perikanan sungai dapat berkembang lebih pesat.
“Kita punya banyak potensi di sana, tapi karena jalan tidak ada, hasil-hasil ini sulit dipasarkan. Padahal masyarakat sangat ingin maju,” ujarnya.
Selain pembangunan jalan, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Sandan, meminta pemerintah memperkuat konektivitas melalui subsidi angkutan sungai dan penyediaan sarana transportasi yang lebih aman, sebagai solusi sementara menunggu terealisasinya akses darat.
DPRD Sintang, lanjutnya, siap mengawal pembahasan anggaran agar pembangunan wilayah pedalaman, termasuk Serawai dan Ambalau, tidak terus tertinggal.











