Radarnya Borneo

Kurangi Risiko Kecelakaan, DPRD Sintang Minta Tempat Ngopi Sediakan Parkir yang Memadai

SINTANG, RB — Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Santosa, menyoroti meningkatnya gangguan lalu lintas yang disebabkan oleh kendaraan pengunjung kafe dan tempat tongkrongan yang memarkir kendaraan sembarangan di badan jalan. Ia menilai fenomena ini semakin sering terjadi seiring pesatnya pertumbuhan bisnis kuliner di wilayah kota.

Menurutnya, keberadaan puluhan kafe yang tumbuh dalam beberapa tahun terakhir memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal. Namun, tanpa disertai fasilitas parkir yang memadai, kegiatan para pengunjung justru menimbulkan permasalahan baru di jalan raya.

Banyak kendaraan roda dua maupun roda empat yang diparkir tidak sesuai aturan, sehingga mempersempit akses dan membahayakan pengguna jalan lain.

“Usaha tempat ngopi ini bagus untuk ekonomi kreatif dan membuka lapangan kerja. Tetapi pengelola juga wajib mempertimbangkan aspek keselamatan. Kendaraan yang parkir sembarangan di tepi jalan sangat berpotensi menimbulkan kecelakaan,” tegasnya, Selasa (18/11).

Ia mengungkapkan bahwa beberapa insiden kecelakaan ringan telah dilaporkan terjadi karena pengendara harus menghindari kendaraan yang berhenti di area yang tidak semestinya. Kondisi ini diperburuk oleh minimnya penerangan jalan pada malam hari di beberapa titik yang menjadi pusat aktivitas kuliner.

Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Santosa, menekankan bahwa penyediaan parkir bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga kewajiban pemilik usaha sebagai bagian dari tata kelola usaha yang bertanggung jawab. Menurutnya, kesadaran bahwa usaha harus memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar harus menjadi prinsip utama.

“Jangan sampai usaha berkembang, tapi keselamatan masyarakat terabaikan. Pengusaha kafe harus menyiapkan lahan parkir atau bekerja sama dengan pemilik lahan sekitar agar penataan kendaraan lebih kondusif,” ujarnya.

Selain meminta komitmen pelaku usaha, Ia mendorong pemerintah daerah untuk melakukan penataan kawasan kuliner yang lebih terarah. Ia menilai perlunya evaluasi izin usaha yang tidak memiliki fasilitas parkir serta kajian pembangunan area parkir terpadu untuk lokasi yang memiliki kepadatan tinggi.

Di sisi lain,Legislator muda ini mengingatkan masyarakat agar turut menjaga ketertiban dengan tidak memarkir kendaraan secara sembarangan. Edukasi tentang pentingnya disiplin berlalu lintas dinilai sangat penting untuk mengurangi risiko kecelakaan.

“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Kita ingin aktivitas ekonomi berjalan, tapi tidak mengorbankan kenyamanan dan keamanan di jalan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *