Radarnya Borneo

DPRD Sintang Ingatkan Ancaman Narkoba, Ajak Pemuda Sintang Bangun Masa Depan Lewat Pendidikan dan Prestasi

SINTANG, RB — Maraknya kasus penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Sintang kembali menjadi sorotan serius DPRD. Ketua Komisi C DPRD Sintang, Anastasia, mengingatkan bahwa ancaman narkotika kini semakin mengkhawatirkan, terutama karena telah menyasar kalangan remaja, pelajar, hingga mahasiswa. Ia menilai kondisi ini harus menjadi alarm bagi seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat upaya pencegahan.

Ia menekankan bahwa narkoba tidak hanya merusak kesehatan tubuh dan mental, tetapi juga menghancurkan masa depan generasi muda. Ia mengingatkan bahwa lingkungan pendidikan yang semestinya menjadi tempat pembinaan karakter kini mulai dimasuki jaringan penyebaran narkoba melalui berbagai modus yang semakin beragam.

“Pemuda Sintang harus menyadari betapa berbahayanya narkoba. Jangan biarkan rasa ingin tahu sesaat menghancurkan masa depan yang panjang. Pilih jalan yang benar, pilih masa depan,” katanya, Senin (17/11).

Menurutnya, salah satu faktor meningkatnya kerentanan remaja terhadap narkoba adalah lemahnya pengawasan sosial dan kurangnya wadah kegiatan positif. Banyak anak muda, terutama di wilayah perkotaan dan pinggiran, lebih memilih menghabiskan waktu tanpa arah karena minimnya aktivitas yang membangun kemampuan dan kreativitas mereka.

Untuk itu, ia menegaskan perlunya penguatan peran sekolah, organisasi pemuda, komunitas seni dan olahraga, serta lembaga keagamaan dalam memberikan ruang bagi generasi muda menyalurkan potensi mereka. Ia juga mendorong program pembinaan dan kegiatan kompetitif yang dapat memotivasi anak-anak muda untuk berprestasi.

“Jika mereka memiliki kegiatan yang jelas dan tujuan yang kuat, mereka tidak akan mudah terpengaruh lingkungan negatif. Fokus pada pendidikan dan prestasi adalah langkah paling aman dan paling pasti menuju masa depan yang baik,” jelasnya.

Ketua Komisi C DPRD Sintang, Anastasia, juga menekankan bahwa upaya memerangi narkoba tidak bisa dilakukan secara parsial. Kolaborasi dengan penegak hukum, BNN, tokoh masyarakat, serta tokoh agama harus ditingkatkan untuk memastikan edukasi dan pengawasan berjalan efektif. Ia mendorong agar kampanye anti narkoba dilakukan secara rutin di sekolah, kampus, hingga komunitas pemuda.

Selain itu, ia mengingatkan keluarga agar lebih peka terhadap perubahan perilaku anak. Ia menegaskan bahwa rumah adalah benteng pertama pencegahan narkoba, sehingga orang tua harus hadir memberi perhatian dan bimbingan yang cukup.

“Generasi muda adalah harapan Sintang. Kita harus menjaga mereka agar tumbuh dalam lingkungan yang sehat, aman, dan mendukung masa depan mereka,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *