SINTANG, RB — Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Sintang, Muhammad Chomain Wahab, menyuarakan pentingnya penambahan unit alat berat guna mempercepat perbaikan infrastruktur jalan di daerah terpencil dan pelosok.
Dalam pernyataannya, Chomain mengusulkan agar setiap wilayah atau jalur utama di Sintang memiliki satu paket lengkap alat berat, sehingga proses perbaikan jalan tidak terganggu akibat keterbatasan peralatan. Ia menyebut, idealnya setiap kecamatan seperti Binjai, Ketungau Hilir, Ketungau Tengah, hingga Ketungau Hulu, masing-masing dilengkapi dengan ekskavator, grader, vibro, dan dump truck.
“Saya mendukung konsep bahwa setiap wilayah punya satu set alat berat sendiri. Jadi tidak perlu bergantian lagi. Misalnya Binjai punya sendiri, Ketungau juga, semuanya begitu,” ujar Chomain.
Ia menekankan bahwa sistem tersebut akan memangkas waktu tunggu dan menghindari kendala logistik akibat pemindahan alat berat dari satu kecamatan ke kecamatan lainnya. Selain efisien, pendekatan ini juga memungkinkan pemerintah untuk menangani kerusakan jalan secara berkelanjutan dan tepat waktu.
“Kalau jalur Serawai ke Ambalau, misalnya, sudah punya satu set alat sendiri, begitu jalan mulai rusak, langsung bisa ditangani. Tidak perlu tunggu alat dari Ketungau pindah ke sana, atau dari Serawai ke Sepauk. Ini sangat tidak efisien,” jelasnya.
Lebih lanjut, Chomain mengaku belum memperoleh data rinci mengenai kondisi armada alat berat yang dimiliki Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sintang. Namun, ia menduga kuat bahwa jumlah alat yang tersedia saat ini belum mencukupi kebutuhan dan sebagian besar mungkin sudah mengalami kerusakan atau tidak layak pakai karena usia.
“Saya tidak tahu pasti kondisi alat di Dinas PU sekarang, apakah masih layak atau antre penggunaannya. Tapi dugaan saya, jumlahnya masih jauh dari cukup. Bisa jadi secara kuantitas cukup, tapi karena banyak yang sudah tua, jadinya rusak dan tidak maksimal digunakan,” tambah politisi ini.
Untuk itu, ia mendorong agar pemerintah daerah melakukan pengadaan alat berat baru atau melakukan peremajaan terhadap alat yang sudah usang. Dengan langkah tersebut, ia meyakini proyek-proyek perbaikan jalan akan berjalan lebih lancar dan tidak tersendat karena keterbatasan alat.
“Kalau kita bisa remajakan atau beli unit baru, saya yakin pekerjaan bisa jalan lebih cepat. Tidak perlu antre lama untuk pakai alat. Ini solusi konkret bagi perbaikan jalan di daerah kita,” tutup Chomain











