Radarnya Borneo

Akses Pendidikan Masih Terkendala, DPRD Sintang Minta Pemkab Sintang Bangun SMP Negeri di Riam Kijang

SINTANG, RB – Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Sintang, Sebastian Jaba, menyoroti kesulitan yang dialami pelajar di Desa Riam Kijang, Kecamatan Sungai Tebelian, akibat belum adanya Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di wilayah tersebut. Ia mendesak pemerintah daerah mengambil langkah cepat dengan membangun sekolah baru demi memperluas akses pendidikan masyarakat.

Menurutnya, kondisi geografis Riam Kijang membuat para pelajar harus menempuh perjalanan jauh untuk bersekolah ke desa tetangga. Tidak jarang siswa harus menyeberangi sungai atau melalui jalur licin dan rusak, terutama saat musim hujan. Hal ini menyebabkan sebagian orang tua memilih menghentikan pendidikan anak karena khawatir akan keselamatan mereka.

“Jarak yang terlalu jauh membuat banyak anak kesulitan melanjutkan sekolah. Ini harus segera dijawab pemerintah dengan menghadirkan SMP Negeri di Riam Kijang,” ujarnya, Senin (17/11).

Anggota DPRD Sintang ini menilai bahwa pembangunan sekolah baru bukan hanya solusi jangka pendek, tetapi juga investasi jangka panjang untuk masa depan generasi muda. Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan pilar penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia dan meningkatkan daya saing daerah.

Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk merencanakan pembangunan secara menyeluruh, mulai dari pemilihan lokasi hingga penyediaan sarana pendukung yang lengkap. Infrastruktur pendidikan yang baik, kata Sebastian, akan menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif bagi anak-anak.

“Pembangunan SMP di Riam Kijang harus dilengkapi fasilitas yang memadai. Jangan hanya bangunan, tetapi juga sarana belajar, laboratorium, perpustakaan, dan fasilitas penunjang lainnya,” tambahnya.

Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Sintang, Sebastian Jaba, memastikan DPRD akan terus mengawal aspirasi masyarakat hingga terealisasi. Ia berharap pembangunan sekolah tersebut dapat masuk dalam prioritas anggaran daerah dan segera ditindaklanjuti oleh dinas terkait.

“Ini adalah kebutuhan mendesak. Kita ingin anak-anak Riam Kijang mendapatkan hak pendidikan mereka tanpa terkendala jarak dan akses,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *