Radarnya Borneo

Efisiensi Anggaran Harus Jadi Momentum Menata Prioritas Pembangunan Sintang

SINTANG, RB – Tahun anggaran 2026 akan menjadi salah satu periode paling menantang bagi Pemerintah Kabupaten Sintang. Pemangkasan dana transfer pusat sebesar Rp388 miliar memaksa pemerintah daerah untuk melakukan penyesuaian signifikan dalam perencanaan pembangunan.

Meski demikian, Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Indra Subekti, menegaskan bahwa efisiensi tidak menjadi alasan untuk menghentikan laju pembangunan daerah.

Ditemui usai menghadiri Upacara Hari Pahlawan ke-80 di Lapangan Kodim 1205/Sintang, Ia menjelaskan bahwa kondisi fiskal yang menurun harus disikapi dengan langkah yang cermat dan proporsional. Menurutnya, efisiensi anggaran bukan sekadar pemotongan belanja, tetapi upaya memastikan bahwa setiap program benar-benar memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.

“Situasi ini memang tidak mudah, tetapi pemerintah bersama DPRD akan memastikan pembangunan tetap berjalan secara merata. Kita harus lebih selektif menentukan program prioritas,” ujar Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Indra Subekti pada saat diwawancara belum lama ini.

Ia menegaskan bahwa sektor yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat harus tetap dipertahankan. Pendidikan, kesehatan, layanan publik, dan infrastruktur dasar disebutnya sebagai fokus utama yang tidak boleh terganggu oleh kebijakan efisiensi.

“Fokus kita adalah menjaga agar layanan publik dan pembangunan fundamental tetap berjalan. Kita tidak boleh mengorbankan sektor-sektor vital,” tegasnya.

Lebih jauh, Ia memandang bahwa tantangan fiskal ini bisa menjadi momentum memperbaiki tata kelola anggaran daerah. Efisiensi, menurutnya, merupakan kesempatan untuk menata ulang arah pembangunan agar lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Efisiensi bukan soal mengurangi, tapi bagaimana setiap rupiah digunakan dengan bijak dan menghasilkan dampak sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujarnya.

Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Indra Subekti, juga menekankan pentingnya pengawasan DPRD dalam memastikan proses perencanaan dan pelaksanaan anggaran berlangsung transparan dan akuntabel. Ia berharap setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tetap kreatif dan inovatif dalam menyusun strategi kerja, meskipun berada dalam keterbatasan fiskal.

“Justru di tengah keterbatasan ini, kreativitas birokrasi diuji. Kita harus berpikir lebih strategis, inovatif, dan adaptif,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Ia mengajak seluruh masyarakat untuk tetap mendukung upaya pemerintah daerah dalam melewati masa sulit ini. Baginya, keberhasilan pembangunan tidak hanya bertumpu pada pemerintah, tetapi juga pada kolaborasi semua pihak.

“Dengan kerja sama dan kesadaran bersama, saya yakin Sintang dapat melalui tantangan ini dan tetap bergerak maju,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *