SINTANG, RB – Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Nekodimus, menyampaikan kritik tajam terhadap sejumlah perusahaan besar yang beroperasi di wilayah pedesaan namun dinilai abai terhadap kondisi infrastruktur sekitar.
Menurutnya, perusahaan-perusahaan seperti PT Pinantara Intiga di wilayah Ensabang dan PT ACM di Sungai Jaung belum menunjukkan kepedulian yang memadai dalam memperbaiki akses jalan menuju desa-desa setempat, meskipun telah beroperasi selama puluhan tahun.
“PT Pinantara Intiga sudah hampir tiga dekade beroperasi, tapi kondisi jalan menuju Semuntai dan Sejirak masih sangat memprihatinkan, berlumpur dan sulit dilalui,” ujar Nekodimus dalam keterangan persnya di Gedung DPRD Sintang baru-baru ini.
Ia menekankan bahwa perusahaan tidak boleh hanya fokus pada eksploitasi sumber daya perkebunan tanpa memperhatikan akses jalan yang juga dimanfaatkan masyarakat setiap hari.
Lebih lanjut, politisi dari Partai Hanura itu mendorong adanya pengawasan yang lebih tegas dari pemerintah daerah terhadap pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
“DPRD hanya bisa memberi tekanan secara politis. Tapi yang punya wewenang untuk bertindak dan mengatur regulasi tetap pemerintah daerah,” jelasnya.
Ia mengingatkan bahwa keluhan masyarakat mengenai akses jalan bukanlah hal baru, dan seharusnya menjadi perhatian serius, baik oleh pihak perusahaan maupun pemerintah.
“Kalau pemerintah tidak bersikap tegas dan perusahaan terus bersikap masa bodoh, maka masyarakat di desa akan terus jadi korban dari janji-janji kosong,” tegas Nekodimus.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Sintang segera mengambil tindakan konkret terhadap perusahaan-perusahaan yang tidak menunjukkan kontribusi terhadap pembangunan desa, terutama yang berlokasi di kawasan pinggiran dan terpencil.











