SINTANG, RB – Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kasus gigitan hewan penular rabies. Imbauan ini disampaikan sebagai langkah pencegahan agar masyarakat dapat melakukan penanganan secara cepat dan tepat, sehingga risiko dampak yang lebih serius dapat dihindari.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, dr. Haryono Linoh, menjelaskan bahwa penanganan awal sangat menentukan dalam mencegah penularan virus rabies setelah seseorang mengalami gigitan hewan, seperti anjing, kucing, atau hewan liar lainnya yang berpotensi terinfeksi.
“Langkah pertama yang harus segera dilakukan adalah membersihkan luka gigitan menggunakan air mengalir dan sabun selama beberapa menit. Setelah itu, korban harus segera datang ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut,” ujar dr. Haryono.
Ia menegaskan bahwa tindakan sederhana seperti mencuci luka sering kali dianggap sepele, padahal memiliki peran penting dalam mengurangi jumlah virus yang masuk ke dalam tubuh. Selain itu, penanganan medis lanjutan, termasuk pemberian vaksin anti rabies, juga sangat diperlukan sesuai dengan kondisi pasien.
Menurutnya, keterlambatan dalam penanganan dapat meningkatkan risiko infeksi yang berbahaya, bahkan berujung fatal jika tidak ditangani dengan baik. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak menunda penanganan apabila mengalami gigitan hewan.
Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya rabies serta pentingnya menjaga kesehatan hewan peliharaan, termasuk dengan melakukan vaksinasi secara rutin. Upaya ini dilakukan untuk menekan angka kasus gigitan hewan penular rabies di wilayah tersebut.
Pemerintah daerah berharap dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, kasus rabies dapat dicegah sedini mungkin, sehingga keselamatan dan kesehatan warga tetap terjaga.
