SINTANG, RB – Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Nekodimus, kembali menyoroti persoalan sampah yang menumpuk di sejumlah Tempat Pembuangan Sementara (TPS).
Ia meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sintang untuk lebih rutin dan konsisten dalam melakukan pengangkutan sampah demi menjaga kebersihan serta kenyamanan lingkungan kota.
Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa persoalan sampah menjadi isu penting yang harus mendapat respon cepat dari pemerintah daerah. Penanganan yang tidak maksimal dapat menimbulkan gangguan kesehatan dan menciptakan lingkungan tidak nyaman bagi masyarakat.
“Kadang saya melihat sampah menumpuk terlalu lama. Ini masalah serius dan harus diselesaikan segera,” ujarnya, Kamis (27/11).
Ia menyebut TPS di Kawasan Hutan Wisata Baning sebagai contoh lokasi yang sering menghadapi masalah penumpukan sampah. Menurutnya, sampah di TPS tersebut kerap dibiarkan berhari-hari hingga meluber ke jalan dan menimbulkan bau menyengat.
“TPS di Hutan Wisata Baning itu sering sekali menjadi sorotan. Karena berada di kawasan wisata dan dekat pemukiman, sampah yang menumpuk tentu sangat mengganggu,” jelasnya.
Politikus ini menilai kondisi tersebut bukan hanya soal kebersihan, melainkan berkaitan erat dengan citra kota. Kawasan publik, terutama area wisata, seharusnya terjaga kerapian dan kenyamanannya agar tidak menimbulkan kesan negatif bagi pengunjung.
Ia mendorong DLH untuk memperbaiki sistem pengelolaan TPS dan memperkuat pengawasan di lapangan. Selain itu, jadwal pengangkutan sampah perlu disesuaikan dengan volume sampah di masing-masing titik agar tidak terjadi overload.
“DLH harus melakukan penyesuaian sistem, dari jadwal pengangkutan sampai pengawasan petugas. Konsistensi adalah kunci agar sampah tidak menumpuk,” tegasnya.
Lebih jauh, Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Nekodimus, mengingatkan bahwa kebersihan kota merupakan wajah tata kelola pemerintah daerah. Ia berharap DLH dapat melakukan langkah tegas dan meningkatkan pelayanan kebersihan untuk menciptakan lingkungan yang sehat.
“Kebersihan kota adalah cerminan kepedulian kita terhadap lingkungan dan masyarakat. Jangan sampai sampah yang menumpuk merusak citra daerah,” pungkasnya.
