SINTANG, RB – Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Sintang, Anastasia, kembali menyoroti kondisi infrastruktur pada jalur Desa Entogong menuju Pasar Cina Nanga Tebidah, Kecamatan Kayan Hulu. Meski sejumlah titik telah dilakukan perbaikan melalui dana aspirasi, ia menegaskan bahwa kebutuhan pembangunan baru masih belum dapat dipenuhi akibat keterbatasan anggaran daerah.
Menurutnya, jalur tersebut merupakan akses vital bagi mobilitas masyarakat, terutama untuk kegiatan pertanian, pendidikan, dan layanan kesehatan.
Kondisi jalan yang sebelumnya rusak parah serta jembatan yang sering mengalami penurunan struktur membuat warga mengalami kesulitan, terutama pada musim hujan ketika sebagian jalur nyaris tidak dapat dilalui.
“Jalur ini sangat strategis bagi warga Entogong dan Nanga Tebidah. Ketika hujan turun, akses bisa terputus atau menjadi sangat berisiko. Kita memang sudah melakukan perbaikan lewat dana aspirasi, tetapi pembangunan yang lebih permanen membutuhkan anggaran besar,” ujarnya, Senin (24/11).
Ia menjelaskan bahwa kemampuan dana aspirasi anggota DPRD hanya mencakup perbaikan berskala kecil hingga menengah, seperti pengerasan jalan dan perbaikan jembatan darurat. Untuk membangun jembatan permanen, peningkatan badan jalan, maupun rekonstruksi jalur yang lebih luas, dibutuhkan dukungan anggaran yang jauh lebih signifikan dari pemerintah daerah.
Oleh Karena itu, Politikus muda ini mendorong Pemkab Sintang untuk memasukkan jalur Entogong–Pasar Cina Nanga Tebidah sebagai prioritas pembangunan pada APBD tahun berikutnya. Menurutnya, akses yang memadai akan berdampak langsung pada peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Dengan infrastruktur yang baik, warga lebih mudah membawa hasil pertanian ke pasar. Anak-anak juga dapat berangkat sekolah dengan aman. Ini bukan hanya soal jalan, tetapi soal kualitas hidup masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ia mengajak masyarakat setempat untuk turut menjaga fasilitas yang telah dibangun. Ia menilai bahwa keikutsertaan masyarakat dalam merawat jalan dan jembatan akan membantu memperpanjang masa pakai infrastruktur tersebut.
“Pemerintah bukan satu-satunya pihak yang bertanggung jawab. Masyarakat juga harus ikut menjaga fasilitas agar pembangunan yang sudah dilakukan tidak cepat rusak,” tambahnya.
Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Sintang, Anastasia, memastikan bahwa Komisi C DPRD Sintang akan terus mengawal kebutuhan infrastruktur di Kecamatan Kayan Hulu. Ia berharap, dengan perencanaan anggaran yang tepat, jalur Entogong–Pasar Cina dapat berubah menjadi akses yang lebih aman, nyaman, dan mampu menunjang pertumbuhan ekonomi desa.
