RADARBORNEO.ID

Jelang Nataru, DPRD Sintang Soroti Distribusi dan Akses Operasi Pasar ke Pedalaman

SINTANG, RB – DPRD Kabupaten Sintang menilai perlunya langkah terencana dan merata dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru 2025. Menurut Anggota DPRD Sintang, Juni, operasi pasar menjadi strategi penting untuk mencegah inflasi dan kelangkaan bahan pangan, terutama di wilayah pedalaman.

“Kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan itu pola tahunan. Yang paling terdampak selalu masyarakat berpenghasilan rendah di pedalaman,” ujarnya baru-baru ini.

Ia menyoroti bahwa kesenjangan distribusi antara wilayah kota dan desa menjadi penyebab utama ketidakmerataan akses terhadap bahan pokok. Infrastruktur jalan yang terbatas dan biaya transportasi tinggi memperparah situasi di lapangan.

“Kalau distribusi tersendat, harga otomatis naik. Karena itu operasi pasar harus disertai perencanaan logistik yang matang,” jelasnya.

DPRD berharap Pemkab Sintang menggandeng pihak swasta, BUMDes, dan lembaga distribusi agar kegiatan operasi pasar tidak hanya simbolis. Menurutnya intervensi pemerintah melalui subsidi harga atau pengaturan pasokan bisa menjadi solusi konkret.

“Pemerintah daerah harus memastikan semua wilayah punya akses sama terhadap bahan pokok. Jangan hanya fokus di kota,” tegasnya.

Selain itu, Anggota DPRD Sintang, Juni, juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan penimbunan karena dapat memperburuk situasi.

“Stabilitas harga adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat,” pungkasnya.

Exit mobile version