SINTANG – Harapan besar terus disuarakan masyarakat Desa Batu Netak, Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, terkait pembangunan jembatan rangka baja yang diimpikan akan melintasi Sungai Inggar, khususnya di wilayah bagian hulu. Sungai yang menjadi jalur utama mobilitas warga antar desa ini memiliki arus sangat kuat baik ketika air meluap saat banjir maupun ketika surut sehingga menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat.
Kepala Desa Batu Netak, Marsah, menjelaskan bahwa hingga saat ini warga masih mengandalkan rakit dan perahu kecil sebagai alat transportasi utama untuk menyeberangi Sungai Inggar. Namun, metode tersebut dinilai tidak lagi aman karena arus sungai semakin tidak dapat diprediksi, terlebih pada musim hujan ketika debit air meningkat tajam.
“Setiap kali banjir datang, arus Sungai Inggar sangat deras. Bahkan ketika surut, arus tetap kuat dan kedalaman dasar sungai sulit diperkirakan. Kami sangat berharap pemerintah dapat membangun jembatan rangka baja agar masyarakat bisa menyeberang dengan aman dan nyaman,” ujar Marsah saat ditemui di Sintang baru-baru ini.
Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut akan membawa dampak positif yang besar bagi kehidupan masyarakat. Tidak hanya warga Desa Batu Netak yang akan merasakan manfaatnya, tetapi juga desa-desa sekitar yang berbagai aktivitas ekonomi, sosial, pendidikan, dan kesehatan bergantung pada akses sungai itu.
Selama ini, keterbatasan infrastruktur membuat warga kesulitan mengangkut hasil pertanian ke pasar serta mengalami hambatan untuk mencapai fasilitas pelayanan umum di pusat kecamatan atau kabupaten.
Marsah menambahkan bahwa permohonan pembangunan jembatan rangka baja sudah berulang kali disampaikan melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di tingkat kecamatan. Meski demikian, hingga kini usulan tersebut belum membuahkan hasil. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Sintang dan dinas terkait dapat memberikan perhatian yang lebih besar terhadap kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat pedalaman.
“Bagi kami, jembatan itu bukan hanya sarana transportasi, tetapi simbol kemajuan dan wujud nyata pemerataan pembangunan di wilayah terpencil,” tegasnya.
Warga Batu Netak tetap menyimpan optimisme bahwa suatu hari jembatan tersebut akan terwujud. Mereka yakin kehadiran jembatan rangka baja di Sungai Inggar akan mempermudah akses warga, mempercepat perputaran ekonomi, serta meningkatkan aspek keselamatan dan kenyamanan dalam mobilitas sehari-hari.
(Rilis Kominfo)
