SINTANG, RB – Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Sintang menyoroti permasalahan yang dihadapi para tenaga honorer yang telah mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), namun tidak berhasil lolos pada tahap pertama maupun kedua.
Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Fraksi Gerindra, Juni, dalam rapat paripurna yang membahas pandangan umum fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2024.
Menurut Fraksi Gerindra, Pemerintah Kabupaten Sintang perlu menunjukkan langkah nyata dalam menangani nasib para honorer yang telah mengikuti proses seleksi panjang namun belum berhasil mendapatkan formasi yang tersedia. Fraksi tersebut menilai para honorer ini tetap layak mendapatkan perhatian khusus karena telah lama mengabdi di berbagai instansi pemerintahan.
Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny, dalam tanggapannya menjelaskan bahwa Pemerintah Daerah mengikuti petunjuk teknis dari Kementerian PANRB terkait pelaksanaan seleksi PPPK Tahun 2024 untuk formasi tenaga teknis, tenaga pendidik, dan tenaga kesehatan. Ia menambahkan, terdapat alternatif solusi yang bisa dipertimbangkan bagi peserta seleksi yang belum berhasil lolos.
“Bagi peserta yang sudah melewati seluruh tahapan seleksi namun tidak dinyatakan lulus, ada kemungkinan mereka dapat diakomodasi sebagai PPPK paruh waktu,” ungkap Ronny.
Namun, ia menekankan bahwa upaya tersebut tidak dapat dilakukan begitu saja. Pemkab Sintang harus terlebih dahulu mengajukan usulan formasi baru kepada Menteri PANRB sebagai dasar legal untuk pengangkatan.
“Proses ini harus sesuai prosedur dan regulasi yang berlaku. Kami tetap berkomitmen untuk memperjuangkan aspirasi para tenaga honorer yang selama ini telah memberikan kontribusi besar bagi pelayanan publik di Sintang,” lanjutnya.
Ronny menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan tinggal diam terhadap persoalan ini. Para honorer yang belum berhasil dalam seleksi PPPK tetap dianggap sebagai aset sumber daya manusia yang penting dan layak mendapatkan perhatian dalam perencanaan formasi ke depan.
