SINTANG, RB – Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Sintang sekaligus Ketua Panitia Pekan Gawai Dayak (PGD) Kabupaten Sintang ke-XII tahun 2025, Toni, memberikan dukungan penuh terhadap geliat pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang turut memeriahkan ajang budaya tahunan.
Menurut Toni, partisipasi aktif masyarakat dalam membuka stand maupun lapak usaha selama perhelatan Gawai Dayak menunjukkan bahwa kegiatan budaya juga mampu menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Saya sangat mengapresiasi perkembangan UMKM yang ada. Ini membuktikan bahwa semangat ekonomi rakyat terus tumbuh beriringan dengan pelestarian adat,” ucap Toni.
Ia mengungkapkan bahwa dalam dua hari pertama sejak acara dibuka, panitia telah menerima banyak permintaan dari warga yang ingin ambil bagian dengan membuka usaha di lokasi kegiatan. Hal ini dianggap sebagai sinyal positif meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan momentum budaya guna meningkatkan penghasilan.
“Dari pendataan kami, baru dua hari pelaksanaan sudah banyak masyarakat yang mengajukan diri untuk membuka lapak. Ini luar biasa. Artinya, masyarakat tidak hanya ingin merayakan budaya, tetapi juga berusaha menghidupi diri lewat peluang yang ada,” jelasnya.
Meski begitu, Toni menilai bahwa penataan area untuk pelaku usaha dan fasilitas umum di lokasi acara masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, ia mendorong adanya peran serta dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk membantu Kabupaten Sintang dalam penyediaan infrastruktur pendukung.
“Saat pembukaan kemarin, saya sudah sampaikan langsung kepada pihak provinsi agar membantu Pemkab Sintang dalam membenahi halaman Betang dan juga peningkatan jalan nasional menuju Kapuas Hulu,” tambahnya.
Toni berharap ke depan penyelenggaraan Gawai Dayak tidak hanya semakin semarak secara budaya, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas dan merata bagi masyarakat setempat.
