SINTANG – Setelah lama menunggu, pemerintah daerah Kabupaten Sintang akhirnya menandatangani pencairan hibah dari program rehabilitasi dan rekontruksi Badan Nasional Benanggulangan Bencana (BNPB) sebesar Rp 10 miliar.
Penandantangan hibah dilakukan di Jakarta belum lama ini oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sintang Kartiyus didampingi kepala dan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kabupaten Sintang, Abdul Syufriadi.
Cairnya dana hibah tersebut, disambut dengan senang oleh anggota DPRD Kabupaten Sintang Senen Maryono. Politisi partai Amanat Nasional ini berharap dengan cairnya dana RR BNPB untuk Kabupaten Sintang tersebut, bisa menangani kerusakan jembatan yang dikeluhkan masyarakat, salah satunya jembatan Sungai Pemunoh di kelurahan Kapuas Kiri Hilir, Kecamatan Sintang.
Jembatan tersebut kondisi sudah rusak parah, badan jembatan melengkung, sering tergenang banjir serta tidak bisa lagi dilewati oleh kendaraan roda empat.
“Semoga dengan cairnya dana BNPB, jembatan sungai pemunoh bisa cepat dibangun dengan konstruksi yang kokoh. Itu harapan masyarakat ya, kita juga mengharapkan hal yang sama. Mengingat jembatan yang kokoh sudah lama diminta oleh masyarakat, mengingat jembatan tersebut tidak mungkin lagi direhab,” beber Senen Maryono pada media ini Senin, (18/11/2024).
Diakuinya, kerusakan jembatan sungai pemunoh sudah cukup lama dikeluhkan masyarakat. Bertahun – tahun keluhan itu selalu disampaikan. Bahkan sampai melakukan aksi demo dan audiensi dengan pemda sintang. “Jembatan ini merupakan infrastruktur yang sangat dibutuhkan masyarakat, karena jadi penghubung ke banyak pemukiman warga di hilir sungai kapuas. Anak sekolah juga banyak yang melewati jembatan ini. Makanya perbaikan mutlak diperlukan,” pungkasnya.
