Lim Hie Soen: Usulan Dana Desa Naik 5 Miliar Dapat Berimbas Kepada APBD

HomeParlemenSintang

Lim Hie Soen: Usulan Dana Desa Naik 5 Miliar Dapat Berimbas Kepada APBD

Sintang, RB - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Liem Hie Soen menyampaikan  jika anggaran dana desa naik lima kali lipa

Menuju Pemilu Aman, Anggota DPRD Apresiasi Langkah Polisi
Dewan Sintang Soroti Pelabuhan Sungai Ringin
Ciptakan Suasana Kamtibmas dengan Kondusif

Sintang, RB – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Liem Hie Soen menyampaikan  jika anggaran dana desa naik lima kali lipat menjadi 5 miliar, seperti tuntutan para Kepala Desa yang saat ini sedang diperjuangkan ke pemerintah pusat baik melalui Asosiasi Perkumpulan Aparatur Desa Seluruh Indoensia (Apdesi) maupun Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI). Akan berimbas kepada APBD.

Hal tersebut disampaikan Lim usai menghadiri pelatikan dan pengukuhan pengurus pengurus Apdesi DPC Sintang di Aula Rumah Jabatan Bupati Sintang.

Karena menurut Lim Hie Soen,  jika pemerintah pusat dalam hal ini Presiden Joko Widodo mengabulkan tuntutan para Kepala desa, maka hal tersebut bakal berimbas pada beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). “Soal kenaikan itu kan melihat dari anggaran kita di daerah juga,” Jelas Liem.

 

Legislator Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) ini menilai, dalam anggaran dana desa yang selama ini digelontorkan Rp 1 miliar setiap desa, ada beberapa persen diambil dari APBD. Maka dari itu, apabila tuntutan ini disetujui oleh pemerintah pusat, otomatis di sinyalir dapat membenani APBD Kabupaten Sintang yang saat ini masih mengandalkan dana dari transfer pusat. “Karena ndak bisa juga kalau anggaran semua naik. Karena situasi APBD juga. Dana Desa kan ada juga beberapa persen dari APBD,” Jelas legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sintang I, yang melingkupi kecamatan sintang kota tersebut.

 

Lim Juga menilai, anggaran dana desa sebesar Rp 1 miliar rupiah yang sudah digelontorkan oleh pemerintah sudah cukup banyak. Tinggal bagaimaan mengelola dana tersebut untuk kemaslahatan masyarakat. “Bangun desa jangan hanya orienstasi pada bangunan. Gali potensi desa, supaya menghasilkan PAD,” ujar Liem menyarankan.

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0