Terindikasi DBD, Warga Diminta Datangi Faskes

HomeSintang

Terindikasi DBD, Warga Diminta Datangi Faskes

SINTANG, RB - Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang Darmadi mengungkapkan bahwa kasus demam berdar

Guru Berperan Besar Majukan Mutu Pendidikan
DPRD Setuju Penertiban ASN Diwarung Kopi Saat Jam Kerja
Kasus Covid Melonjak, Pemkab Sintang dan Satgas Covid-19 Gelar Rapat Terbatas

SINTANG, RB – Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang Darmadi mengungkapkan bahwa kasus demam berdarah dengue (DBD) di bumi senentang masih sangat tinggi.

Ia mengatakan bahwa pada saat ini sejumlah rumah sakit di Kota Sintang masih cukup banyak merawat pasien dengan gejala tersebut.

“Dengan banyaknya kasus ini kita meminta kepada masyarakat jika ada yang terindikasi terkait dengan gejala gejala untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat,” pinta dia.

Ia mengatakan bahwa situasi DBD di Kabupaten Sintang pada saat ini sudah memasuki level yang mengkhawatirkan seperti tidak bisa berdiam diri saja.

“Maka kita juga harus meminta kepada masyarakat untuk bersama sama mencegah penyebaran penyakit DBD supaya tidak meluas lagi,” harapnya.

Ia menjelaskan bahwa semua masyarakat di Kabupaten Sintang harus bersama sama bergerak mencegah peningkatan kasus DBD ini.

“Mencegah kasus DBD ini bisa dengan cara melakukan aksi nyata, seperti membersikan perkarangan rumah yang bisa di indikasikan menjadi sarang nyamuk dan juga kita minta kepada masyarakat jika terjadi demam tinggi untuk datang ke fasilitas kesehatan yang ada,” pesan dia.

Ia berharap dengan kondisi seperti yang pada saat ini semua masyarakat dapat meningkatkan level Kewaspadaan dan semuanya harus bergerak maju bukan hanya berdiam diri.

“Jangan sampai kasus ini dapat menjadi tingkat kefatalan kepada kita di Kabupaten Sintang, oleh sebab itu jika ada demam harus datang ke faskes kemudian melakukan pemeriksaan karena di sana bisa juga melakukan pemeriksaan dengan laboratorium, jadi jangan sampai penanganannya terlambat,” pungkasnya.

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: