Komisi D: Kedepankan Musyawarah Dan Kearipan Lokal Antara Masyarakat dan Perusahaan Perkebunan

HomeParlemenSintang

Komisi D: Kedepankan Musyawarah Dan Kearipan Lokal Antara Masyarakat dan Perusahaan Perkebunan

Sintang. RB – wakil Ketua Komisi D, yang membidangi pertanian dan perkebunan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Welbertus menya

Orang Tua Diminta Jaga Anak
Dorong Pemerintah Ciptakan Terobosan Baru
Dewan Siap Bahas Raperda Pelaksanaan APBD

Sintang. RB – wakil Ketua Komisi D, yang membidangi pertanian dan perkebunan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Welbertus menyampaikan, agar kebiasaan mufakat musyawarah dengan mengedepankan cara-cara kearipan lokal adat dan budaya masyarakat setempat menjadi salah satu cara pertama yang ditempuh untuk mencegah pergesekan antara perusahaan perkebunan dan masyarakat yang ada di sekitaw wilayah perkebunan terseebut.

 

Pernyataan ini disampaikan oleh Welbertus saat menjawab pertanyaan sejumlah Awak media terhadap  penangana permasalah infestasi perusahaan perkebunan kelapa sawit yang ada di Kabupaten Sintang.” Dari komisi D dan juga sebagai perwakilan masyarakat, tetu kita mengharapkan ada pendekatan-pendekatan yang dilakukan oleh pihak perusahaan yaitu dengan pendekatan kearipan lokal, musalnay pendekatan adat secara berjenjang. Kalau dimungkinkan semua dapat di diskusikan dengan baik, iangan sampai kemudian masalah yang ada sealalu di bawa ke ranah hukum. Kalau masih memungkinkan diselesaikan dengan secara adat, boleh diselesaikan secara adat. Karena sangsi adat kan juga cukup kuat tuga di masyarakat adat yang wilayahnya itu ada di wilayah perkebunan tersebut. Itu harapan kamidari komisi D, Juga selaku anggota DPRD Kabupaten Sintang”, Ujar Welbertus, dihadapam sejumlak media massa.

 

Terkait penyerapan tenaga kerja lokal oleh Perusahaan perkebunan kelapa sawit di kabupaten sintang, Welbertus berharap, Perusahaan hendaknya mengutamakan terlebih dahulu tenagaha kerja lokal yang sesuai dengan kemampuan dan potensi yang dimiliki oleh tenaga kerja lokal. “ Ya sejauh ada potensi yang ada di wilayah tempat perusahaan itu bekerja, mungkin saran kita untuk tenaga kerja yang dibutuhkan sesuai dengan kebutuhan yang ada boleh mengambil dari masyarakat lokal yang ada di situ. Tapi kalau tidak ada apa boleh buat karena bagaimanapun perusahaan harus tetap jalan, nah itu”, Harap Welbertus.

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0