Dinkes Sintang Ungkap DBD 60 Persen Serang Anak Usia Pelajar

Home

Dinkes Sintang Ungkap DBD 60 Persen Serang Anak Usia Pelajar

SINTANG, RB - Darmadi Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang menjelaskan bahwa data dari 402 kasus

Peripurna Ke-15 DPRD Sintang: Jawaban Terhadap Pandangan Umum Fraksi-Fraksi
Terkait KLA, Anggota DPRD Dukung Langkah Dinas KBP3A
Pemkab Sintang Adakan Rakor Panitia Pembentukan Paskibraka Tahun 2023

SINTANG, RB – Darmadi Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang menjelaskan bahwa data dari 402 kasus Demam Berdarah Dengue yang terjadi di Kabupaten Sintang, ternyata didominasi dialami oleh anak-anak usia sekolah.

Hal tersebut disampaikan Darmadi saat Rapat Koordinasi Pencegahan DBD di Balai Praja beberapa waktu yang lalu.

“Dari 402 kasus itu. 251 orang atau 62 persen dialami oleh anak-anak usia sekolah. Sisanya 151 orang atau 38 persen menyerang orang dewasa. Resiko kematian juga 87 persen terjadi pada anak usia anak sekolah,” terang Darmadi.

Dia menjelaskan pihaknya sudah melakukan upaya seperti foging. Ada istilah foging SMP artinya foging sebelum musim penular. Foging ini kadang membuat resah. Tetangganya di foging karena ada kasus DBD, yang lain heboh dan protes. Foging juga bisa membuat resistensi bagi nyamuk kalau sering di foging.

“Saat wabah covid-19 kemarin. DBD rendah, ini anehnya. Sekarang covid-19 sudah tidak ada. muncul DBD lagi. Macam gantian saja wabah ini. Di lapangan, setiap kasus muncul DBD, kami selalu lakukan penyelidikan epidomologi dan foging,” jelas Darmadi.

Dia mengungkapkan dari sisi kecamatan. Sintang tertinggi kasus DBD yakni 181 kasus dengan 5 kematian. Berikutnya sepauk dan kebong. Di kebong ini, kasus 6 dan meninggal 1 orang. Artinya resiko kematiannya tinggi. Maka pelayanan diperbaiki dan masyarakat juga harus segera membawa anaknya yang demam kepada petugas.

“Kalau demam langsung bawa dan cek ke laboratorium, jangan tunggu lagi. Jangan tunggu demamnya 3 hari baru dibawa, nanti malah sudah terlambat,” ucap Darmadi.

“Kami berpesan jika anak sekolah tidak menggunakan celana dan baju panjang. Silakan olesi autan atau minyak sereh sebelum sekolah pada bagian tubuh anak yang tidak tertutup pakaian,” pesan Darmadi.

(RILIS KOMINFO SINTANG)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0