DKBP3A Ungkap Sistem Sponsor Atasi Stunting

HomeSintang

DKBP3A Ungkap Sistem Sponsor Atasi Stunting

SINTANG, RB - Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera pada Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabu

Batalyon C Pelopor Brimobda Kalbar Kunjungan Ke Polsek Ketungau Hulu
Setujui Raperda APBD 2024, Fraksi Hanura Minta Fokuskan Belanja Produktif, Tingkatkan  Belanja Modal, Kurangi Belanja Oprasional
OP Diharapkan Tekan Harga Barang

SINTANG, RB – Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera pada Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sintang Selly Gathie membeberkan bagaimana sistem sponsorship dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Sintang.

Hal tersebut diungkapkan Selly Gathie pada Senin, 9 Oktober 2023 di ruang kerjanya

Selly Gatie menjelaskan bahwa sistem sponsorship ini adalah pengembangan dari Bapak Bunda Asuh Anak Stunting yang beberapa waktu lalu di launching oleh Bupati dan Wakil Bupati Sintang di Balai Praja.

“Satu orang sponsor bisa menjadi sponsor terhadap satu atau dua orang anak dibawah dua tahun, ibu hamil dan ibu menyusui yang memang berasal dari keluarga miskin. Kalau dari keluarga mampu, tidak perlu dibantu lagi,” terang Selly Gatie.

Ia mengatakan sponsor bisa memberikan bantuan dalam bentuk dana yang bisa ditransfer saja.

“Kami di kabupaten pun tidak mampu kalau uang tersebut kami yang membelanjakanya. Karena bantuan sponsorship ini, yang diberikan kepada sasaran adalah dalam bentuk barang. Maka nanti, uang tersebut akan kami kirim ke Tim DASHAT di kecamatan,” kata Selly Gatie.

Ia mengungkapkan nantinya Tim DASHAT kecamatan dan desa yang akan belanja disana. Karena kalau beli telur di Sintang, sangat tidak mungkin kami bawa telurnya ke Serawai, misalnya.

“Belanja di desa juga dalam rangka menggerakan ekonomi di desa. Nanti Tim DASHAT kecamatan atau desa akan membeli telur, beras, susu, kacang hijau, dan daging ayam. Lalu mereka akan serahkan barang tersebut kepada sasaran yakni ibu hamil, ibu menyusui dan bayi dibawah dua tahun yang berasal dari keluarga tidak mampu,” terang Selly Gatie.

Sumber: Rilis Kominfo Sintang

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 1