Jarot Ungkap Penyebab Kemiskinan Meningkat di Sintang

HomeSintang

Jarot Ungkap Penyebab Kemiskinan Meningkat di Sintang

SINTANG – Jarot Winarno, Bupati Sintang ungkap penyebab kemiskinan di Kabupaten Sintang meningkat akibat adanya musibah banjir di akhir tahun 2021, ha

Anggota DPRD Berpesan Pegelolaan ADD Sesuai Aturan
Anggota DPRD Sitang, Senen Maryono: Hujan Turun Ancaman Karhutla Menurun
Penanganan DBD, Komisi C Dorong Sinergisitas Dinkes dan Disdikbud

SINTANG – Jarot Winarno, Bupati Sintang ungkap penyebab kemiskinan di Kabupaten Sintang meningkat akibat adanya musibah banjir di akhir tahun 2021, harga sawit dan karet, serta Covid-19.

Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri acara Road Show bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia, Muhadjir Effendy di Ruang Command Center Kabupaten Sintang Kompleks Kantor Bupati Sintang. Selasa (14/02/2023).

“Kemiskinan ekstrem di Kabupaten Sintang meningkat karena ada musibah banjir di akhir tahun 2021; harga komoditi sawit; harga karet rendah; dan dampak Covid-19,” ucapnya.

Dalam hal tersebut Jarot menjelaskan bahwa angka kemiskinan di Kabupaten Sintang mengalami kenaikan sebesar 0,85 persen pada tahun 2022 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sedangkan angka stunting Jarot menyampaikan mengalami penurunan sebesar 29,5 persen di tahun 2022 dibandingkan dengan tahun 2021.

“Sintang mampu menekan angka stunting dua tahun terakhir karena mengoptimalkan percepatan pencapaian desa ODF (Open Defecation Free) menggunakan dana desa,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu pula Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji juga menyampaikan bahwa fokus peningkatan status desa mempunyai pengaruh besar dalam menurunkan angka stunting dan kemiskinan di Kalbar.

“Kendala dalam percepatan penurunan stunting dan kemiskinan ekstrim itu akibat dari miskomunikasi antara aparatur yang terlibat. Hal yang seperti itu akan segera di upayakan penanganannya,” ucapanya.

Sementara itu, Menko PMK RI, Muhadjir Effendy juga menyampaikan harapannya melalui pertemuan-pertemuan ini agar dapat memberikan solusi atas berbagai kendala yang ada di daerah.

“Ini merupakan tindak lanjut pertemuan bersama pak Presiden beberapa waktu lalu. Pembahasan kita ini adalah 2 dari 8 program pokok yang harus di perhatikan oleh para kepala daerah. Tujuan pertemuan untuk koordinasi untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada di masing kabupaten/kota untuk kemudian dicarikan solusi, termasuk melalui jejaring kementerian teknis,” jelasnya.

“Hasil pertemuan semoga dapat di implementasikan di kabupaten kota yang terlibat,” harapnya.

 

Sumber: Rilis Prokopim Sintang
Editor: Tim Redaksi

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0