Dewan Sarankan Dishub Bikin Skema Parkir di Kawasan Waterfront

Home

Dewan Sarankan Dishub Bikin Skema Parkir di Kawasan Waterfront

SINTANG - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Welbertus meminta Dinas Perhubungan Sintang untuk mempelajari desain Waterf

Warga Perbaiki Jembatan yang Ambruk Saat Angkut Beras
Berantas Mafia Tanah
Dewan Apresiasi Pemkab Sintang

SINTANG – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Welbertus meminta Dinas Perhubungan Sintang untuk mempelajari desain Waterfront Sungai Durian, khususnya soal penataan parkir.

Sebab, kata Welbertus, apabila waterfront difungsikan, maka sistem drop zone atau dilarang parkir juga harus diberlakukan.

“Artinya, pemilik ruko maupun pengunjung di kawasan waterfront dilarang parkir. Maka saya minta, Dinas Perhubungan untuk menata perparkiran sebaik mungkin. Cari kantong-kantong parkir yang layak dan memadai,” ujar Welbertus ketika ditemui Radarbirneo.id di Gedung Parlemen Sintang, belum lama ini.

Selain itu, Welbertus juga menekankan agar pemerintah daerah dapat mengatur jam bongkar muat, khususnya pada truk-truk ekspedisi di sekitar kawasan tersebut.

“Kami juga minta agar diatur juga jam bongkar muat untuk truk ekspedisi. Tidak boleh bongkar di pagi dan siang, karena pasti akan menyebabkan kemacetan. Dan atur juga tempat turun naik penumpang perahu tambang,” kata Welbertus menekankan.

Menyikapi usulan DPRD tersebut, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan Kabupaten Sintang, Firwan Harisandi mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan survey soal penempatan kantong parkir baru.

“Solusi jangka pendeknya adalah pengunjung waterfront dan pemilik serta karyawan ruko bisa parkir di pelabuhan Sungai Durian yang memiliki daya tampung 21 unit truk, mobil biasa 15 unit dan 37 unit roda dua. Lokasi parkir kedua adalah di terminal Sungai Durian. Lokasi parkir ketiga adalah pembangunan lokasi parkir di dekat lapangan basket,” beber Firwan.

Guna mengurai kemacetan di kawasan tersebut, Firwan memastikan akan membuka ruas Jalan Wirapati 1 dan Wirapati 2 menjadi dua jalur.

“Artinya, warga dari arah Pasar Masuka bisa langsung lurus ke Tugu Bambu, sehingga warga tidak harus masuk ke kawasan waterfront. Tentunya kendaraan tidak akan padat,” katanya.

“Solusi jangka menengahnya, terminal Sungai Durian akan kita alih fungsikan menjadi lokasi parkir utama. Sementara terminal kita pindahkan ke Eks Lapter Susilo, jalannya kita luruskan dulu, baru bagian tikungan itu kita gunakan untuk terminal tipe C dan terminal bongkar muat. Namun, ini perlu diskusi lebih lanjut,” pungkas Firwan. (*)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0