Posyandu di Sintang Masih Rendah

HomeParlemen

Posyandu di Sintang Masih Rendah

SINTANG – Pemanfaatan Posyandu di Kabupaten Sintang masih rendah, terutama di daerah pedalaman dan perdesaan. Pemanfaatan posyandu oleh masyarakat dip

Dua Triliun Enam Puluh Milyar APBD Sintang 2024 di Sah Kan
Tingkatkan Sarpras untuk Wujudkan Pelayanan Kesehatan Prima
UMKM Berkontribusi Untuk Meningkatkan PAD

SINTANG – Pemanfaatan Posyandu di Kabupaten Sintang masih rendah, terutama di daerah pedalaman dan perdesaan. Pemanfaatan posyandu oleh masyarakat dipengaruhi oleh stigma yang masih berkembang di masyarakat bahwa posyandu hanya imunisasi dan timbang berat badan anak.

Menanggapi hal tersebut, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Maria Magdalena mengatakan, bahwa instansi terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Sintang harus mengambil langkah dan upaya sehingga membuat masyarakat mau datang ke posyandu.

“Kegiatan Posyandu di tengah masyarakat sebenarnya itu sangat berperan dalam upaya mendukung pencapaian pembangunan kesehatan ibu dan anak. Oleh karenanya, pemanfaatan posyandu harus ditingkatkan,” ujar Maria Magdalena beberapa waktu lalu.

Dijelaskan Maria Magdalena, bahwa posyandu sebagai layanan kesehatan yang sangat dekat pada masyarakat berperan penting dalam deteksi dini masalah gizi, seperti gizi buruk, kekurangan gizi, busung lapar, dan masalah kesehatan lainnya yang menyangkut kesehatan ibu dan anak.

“Keaktifan masyarakat untuk datang dan memanfaatkan pelayanan kesehatan di posyandu dapat mencegah dan mendeteksi sedini mungkin gangguan dan hambatan pertumbuhan pada balita dan kesehatan pada ibu. Makanya posyandu penting sebagai layanan kesehatan,” tuturnya.

Namun pada kenyataannya, pemanfaatan posyandu oleh masyarakat khususnya yang memiliki bayi dan balita masih rendah, padahal peran posyandu itu sangat penting. Oleh karenanya Maria Magdalena berharap, instansi terkait dapat mengoptimalkan pembinaan secara terpadu lintas sektoral, untuk menarik ibu dan keluarga yang memiliki bayi untuk datang ke posyandu.

“Kita harapkan juga layanan kesehatan seperti program KB, KIA, gizi, imunisasi, dan penanggulangan diare dapat dilakukan di Posyandu. Dengan program tersebut terbukti dapat menurunkan angka kematian bayi dan balita,” jelasnya.

Dengan begitu, Maria Magdalena mengatakan, tujuannya dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mendukung terlaksananya Posyandu dapat maksimal, karena tanpa keaktifan masyarakat ke Posyandu maka program ini tidak akan berjalan dengan baik seperti yang diharapkan. (*)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0