Fraksi PDIP Minta Pemkab Jelaskan Status Jalan Lingkar Kelam

Home

Fraksi PDIP Minta Pemkab Jelaskan Status Jalan Lingkar Kelam

SINTANG, RK – Fraksi PDI Perjuangan meminta kepada pemerintah Kabupaten Sintang untuk dapat memberikan penjelasan dan solusi terkait jalan Lingkar Kel

Berantas Mafia Tanah
Pjs Bupati Sintang Minta Forkopimda Sosialisasi UU Ciptaker Pada Masyarakat
Manfaatkan Medsos Untuk Memperluas Pemasaran Produk

SINTANG, RK – Fraksi PDI Perjuangan meminta kepada pemerintah Kabupaten Sintang untuk dapat memberikan penjelasan dan solusi terkait jalan Lingkar Kelam dari simpang Desa Samak, Desa Merpak, Desa Kelam Sejahtera dan Desa Kebong yang saat ini masih rusak, berlubang dan tergenang air.

Pasalnya, jalan tersebut merupakan akses utama bagi masyarakat setempat. Kondisi jalan rusak tersebut sudah lama dikeluhkan masyarakat namum belum ada upaya perbaikand dari pemerintah.

“Anak-anak yang akan pergi ke sekolah dari tingkat SD, SMP hingga SMA melalui jalan ini. Jalan rusak ini membahayakan bisa mengakibatkan kecelakaan lalu lintas. Untuk itu dimohon kepada pemerintah Kabupaten Sintang agar segera dapat mencari solusi terkait hal tersebut,” ucap Juru Bicara Fraksi PDIP, Herinius Laka.

Laka mengatakan infrastruktur jalan yang baik merupakan kebutuhan vital masyarakat. Apalagi jalan tersebut berada dikawasan destinasi wisata bukit kelam yang merupakan sektor pariwisata andalan Kabupaten Sintang.

“Akan tetapi, fakta yang terjadi, jalan tersebut rusak dan tentu tidak aman untuk dilalui. Disana juga ada tempat kawasan destinasi wisata Bukit Kelam yang merupakan ikon Kabupaten Sintang. Untuk mendongkrak pariwisata tentu didukung oleh akses jalan yang baik sehingga destinasi wisata Bukit Kelam bisa dioptimalkan. Kalau kondisi jalannya rusak seperti itu bisa-bisa tidak ada pengujung,” tuturnya.

Bupati Sintang, Jarot Winarno berterimakasih atas masukan dari Fraksi PDI Perjuangan atas saran untuk mencermati kondisi jalan lingkar kelam, dari simpang desa samak, desa merpak, desa kelam sejahtera dan desa kebong yang saat ini masih rusak, berlubang dan tergenang air disebabkan oleh saluran drainase yang belum maksimal dan perlu dilakukan penanganan.

“Kami sampaikan pula bahwa untuk mengatasi permasalahan jalan tersebut perlu dilakukan perbaikan atas saluran drainase dan badan jalan. Sementara untuk penanganan ruas jalan tersebut, pemerintah daerah telah memasukan usulan penanganan dalam kegiatan yang bersumber dari dana alokasi khusus (dak) tahun 2023,” tukasnya.

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0