Puluhan Massa Datangi Wakil Rakyat

Home

Puluhan Massa Datangi Wakil Rakyat

SINTANG – Sejumlah orang yang mengatasnamakan Koalisi Masyarakat Sintang melakukan aksi di Ruang Paripurna DPRD Sintang. Salah satu tuntutan mereka ya

Anggota Polsek Ambalau Sambangi Anak Yang Sedang Bermain
Pesan Ketua Dewan: Tetaplah Jaga Kerukunan Antar Umat Beragama
AKBP Ventie Bernard Musak Pimpin Apel Perdana

SINTANG – Sejumlah orang yang mengatasnamakan Koalisi Masyarakat Sintang melakukan aksi di Ruang Paripurna DPRD Sintang. Salah satu tuntutan mereka yakni mendesak pengisian jabatan Wakil Bupati Sintang yang kosong sejak mendiang Sudiyanto meninggal dunia 18 September 2021 lalu.

“Mengapa Wakil Bupati kita sampai sekarang belum ada. Apa masalahnya selama ini hingga tidak kunjung ada titik terang. Sintang ini seperti tidak setanah dan selangit dengan orang. Mohon maaf, waktu lalu ada anggota DPRD Sintang yang meninggal langsung diganti. Mengapa Wakil Bupati yang meninggal tidak diganti. Apa maksudnya ini,” tanya Salah seorang massa aksi, Dimu Muhtar.

Ia menilai dengan kondisi Bupati Sintang yang saat ini kurang sehat. Sudah sepatutnya Bumi Senentang ini memiliki Wakil Bupati.

“Kalau hanya ditunjuk Plh, Plt, bagi kami tidak penting itu. Tidak ada gunanya. Jadi kalau ada permasalahan baik partai pengusung tidak mampu menyelesaikannya kami siap di depan untuk mendorong supaya posisi Wakil Bupati segera diisi,” ucap Dimu.

Terkait persoalan pengisian Wakil Bupati Sintang, Wakil Ketua II DPRD Sintang, Heri Jambri mengatakan permasalahan ini sudah disampaikan Fraksi saat sidang paripurna. Sedikitnya ada 3 fraksi DPRD Sintang yang menyoroti proses pengisian Wakil Bupati.

“Beberapa waktu lalu, saya juga menerima demo yang mendesak pengisian Wakil Bupati. Untuk pengisian jabatan tersebut, kembali lagi ke partai pengusung. Mudah-mudahan koalisi segera menyampaikan pada Bupati. Jika Bupati sudah mengusulkan ke dewan, kami siap melaksanakan paripurna,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Sintang, Jeffray Edward, menambahkan bahwa pada intinya permasalahan pengisian jabatan Wakil Bupati sudah beberapa kali disampaikan. Sebelumnya sudah disampaikan melalui pandangan umum fraksi dalam rapat paripurna.

“Mengenai pengisian posisi Wakil Bupati, tentunya melalui proses yang ada baik itu koalisi ataupun partai pengusung. Karena memang proses itu harus kita ikuti. DPRD hanya menunggu bagaimana penyelesaian dari tingkat koalisi, selanjutnya nanti proses di DPRD,” tukasnya.

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0