Warga Ketungau Masih Mengandalkan Jalur Sungai Untuk Mempercepat Transportasi

Home

Warga Ketungau Masih Mengandalkan Jalur Sungai Untuk Mempercepat Transportasi

SINTANG, RB - Untuk memperlancar akses barang maupun orang, Pemerintah Kabupaten Sintang membangun jembatan Ketungau II di Kecamatan Ketungau Tengah,

Pemilu Damai, Ketua DPRD Apresiasi Peran FKUB Sintang
Bupati Cup Sintang Perebutkan Total 100 Juta Uang Pembinaan
Agustinus Aci: Perhatikan Jalan Poros Desa!

SINTANG, RB – Untuk memperlancar akses barang maupun orang, Pemerintah Kabupaten Sintang membangun jembatan Ketungau II di Kecamatan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang. Hingga saat ini pengerjaan jembatan rangka baja tersebut masih belum seratus persen dinyatakan selesai.

Menurut Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Marko sejak Indonesia merdeka hingga saat ini, warga kanan mudik jalur Ketungau masih mengandalkan jalur sungai untuk mempercepat transportasi. Meski akses darat sudah dibangun, jalur sungai tetap diandalkan mengingat lebih cepat.

Untuk membantu masyarakat tersebut, oleh pemerintah dibangunlah Jembatan Ketungau II di Kecamatan Ketungau Tengah. Saat ini, jembatan tersebut dalam proses pembangunan. Abutment sudah dibangun. Begitu juga pondasi di bagian tengah sungai untuk menopang badan jembatan.

“Karena, jembatan Ketugau I di Ketungau Hulu, masyarakat Ketungau Hilir dan Ketungau Tengah tidak bisa menyeberang. Jalan keluarnya menggunakan ponton dan jasa angkutan sungai lainnya,” jelasnya.

Dengan tidak adanya jembatan, kata Marko, roda ekonomi masyarakat tentu terganggu. Setelah jembatan operasional nanti, ia yakin roda perekonomi masyarakat di perbatasan akan kian hidup dan meningkat.

“Karena, mereka bisa membawa hasil pertanian seperti lada, karet dan lainnya langsung ke Sintang,” katanya.

Politisi asli perbatasan ini mengatakan, jumlah masyarakat di jalur kanan mudik Ketungau Tengah sangat banyak, yakni sekitar 12.000 jiwa.

“Selama ini mereka menggunakan jalur air. Saat kemarau, terpaksa lewat jalur darat, tapi harus menyeberang dengan perahu maupun ponton,” ungkap Marko.

Meski jasa penyebarangan sudah ada, kata Politisi PDI Perjuangan ini, keberadaan jembatan tetap saja dibutuhkan oleh masyarakat. Karena jika menggunakan jasa penyeberangan ponton, biayanya Rp 200 ribu rupiah. Untuk sepeda motor, jasa longboat sekitar Rp 50 ribu rupiah.

“Makanya pak Bupati konsen dalam membangun jembatan ini, semoga jembatan Ketungau II tersebut cepat selesai di bangun dan masyarakat pun cepat menggunakanya,” tukasnya. (*)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0