Serawai, Ambalau Belum Merdeka Dari Listrik Negara

HomeParlemen

Serawai, Ambalau Belum Merdeka Dari Listrik Negara

SINTANG, RB - Masyarakat di Kecamatan Serawai – Ambalau mengaku iri dengan kondisi pembangunan di wilayah Pulau Jawa, terutama soal listrik. Di Pulau

Pindahkan TPS
DPRD Sintang Gelar Rapat Paripurna Ke-17, Masa Persidangan III
Sarankan Pemerintah Bikin Program Pelatihan Keterampilan

SINTANG, RB – Masyarakat di Kecamatan Serawai – Ambalau mengaku iri dengan kondisi pembangunan di wilayah Pulau Jawa, terutama soal listrik. Di Pulau Jawa itu hampir seluruh desanya telah menikmati tenaga listrik dari PT PLN Persero.

“Contoh di Pulau Jawa ya, hampir semua desa masuk tenaga listrik. Mengapa Sintang, khususnya Serawai – Ambalau tidak,” tanya Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Sandan belum lama ini.

Menurutnya, di Kecamatan Serawai ada 38 desa dan Ambalau ada 33 desa. Jika ditotalkan ada 71 desa untuk Serawai – Ambalau.

Mirisnya, kata Sandan, dari 71 desa yang ada di Kecamatan Serawai – Ambalau wilayah yang dialiri listrik dari PLN hanya beberapa desa saja. Sisanya  belum dapat menikmati listrik. Kondisi inipun sudah terjadi sejak puluhan tahun silam.

“Kalau tidak salah saya, yang sudah menikmati listrik itu cuma pusat Kecamatan Serawai, Ambalau, dan Tontang saja, sisanya belum,” jelasnya.

Oleh karena itu, Sandan mendorong agar masyarakat dan pemerintah desa setempat untuk lebih proaktif dalam mengusulkan persoalan listrik untuk wilayahnya masing-masing.

Tanpa usulan, Pemerintah Kabupaten Sintang dan DPRD tidak bisa berbuat apa-apa. Namun, apabila sudah diusulkan melalui musrembang tingkat desa dan kecamatan, maka persoalan itu dapat ditindaklanjuti.

“Kita siap mengawal dan mendorongnya agar desa-desa yang belum menikmati listrik dapat teraliri,” katanya.

Sebagai wakil rakyat, dirinya mengaku prihatin atas kondisi di wilayah Serawai – Ambalau. Sebab banyak persoalan yang belum terjawab hingga saat ini.

“Artinya, tidak hanya persoalan listrik saja, tapi pembangunan jalan dan jembatan pun juga dalam kondisi yang memprihatinkan,” beber Sandan.

Karena itu, Sandan berharap Pemerintah Kabupaten Sintang dapat tanggap dengan kondisi yang terjadi di Serawai – Ambalau. Sebab warga yang hidup di sana juga adalah bagian dari rakyat Indonesia.

“Kalau bisa ya, adil dan merata pembangunannya. Karena Serawai – Ambalau juga bagian dari Indonesia,” tukasnya. (*)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0