Peran Orang Tua Benteng Utama dalam Mencegah Kenakalan Remaja

Home

Peran Orang Tua Benteng Utama dalam Mencegah Kenakalan Remaja

SINTANG, RB – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Florensius Ronny menilai dalam mencegah kenakalan remaja tidak terlepas d

Harapan DPRD Sintang Terhadap APBD 2024
Banggar DPRD Sintang sampaikan Anggaran untuk Gaji Tenaga Kontrak Capai 70 an Miliar
Soal Infrastruktur Jaringan Listrik, Alpius: Segera Bangun Komunikasi dengan Pempus

SINTANG, RB – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Florensius Ronny menilai dalam mencegah kenakalan remaja tidak terlepas dari peran serta orangtua atau keluarga, karena lingkungan keluarga merupakan benteng utama.

“Karena waktu anak banyak dihabiskan dalam lingkungan keluarga. Sehingga diharapkan orangtua lebih ekstra memberikan pengawasan terhadap anaknya, baik di dalam lingkungan keluarga maupun di luar rumah,” ucap Ronny belum lama ini.

Sebab kata Ronny, solusi kenakalan remaja yang paling utama adalah dari pihak keluarga atau lingkungan.

“Hendaknya para orangtua juga selalu tetap melakukan komunikasi kepada anak-anaknya meskipun jarang berada di lingkungan keluarga, bagi yang orangtua-nya bekerja di daerah lain,” saran Politisi Partai NasDem ini.

Menurut Ronny, ada beberapa faktor yang menyebabkan kenakalan remaja, antara lain, lingkungan keluarga yang tidak harmonis, kemiskinan dan kesenjangan sosial, salah memilih teman, terjebak dalam pergaulan yang buruk hingga tak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah.

“Namun tidak semua faktor di atas dapat menjerumuskan anak pada kenakalan remaja, namun faktor tersebut juga bisa memberi pengaruh pada psikologis anak sehingga anak tersebut cenderung berbuat nakal,” ungkapnya.

Selain keluarga, kata dia, adalah pemerintah dan masyarakat. Pertama, strategi pembangunan harus berbasis lokal dan berpihak pada kepentingan warga sekaligus merangkul potensi terbaik lokal.

“Jangan yang hanya menguntungkan segelintir warga, karena akan menghasilkan efek negatif dari mereka yang termajinalkan oleh pembangunan,” jelasnya.

Yang kedua, kata dia harus memperkuat basis sosial masyarakat, seperti organisasi masyarakat dan sekolah.

“Mereka menjadi benteng pertahanan efektif dari negatif sekaligus dapat menara untuk mampu melihat hal positif. Yang ketiga ya di lingkungan keluarga itu sendiri,” tukasnya. (*)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0