Dewan Minta Pemerintah Realisasikan Listrik Masuk Desa

Home

Dewan Minta Pemerintah Realisasikan Listrik Masuk Desa

SINTANG, RB – Meski Indonesia sudah merdeka sejak 75 tahun lalu, namun masih banyak desa di Kabupaten Sintang yang belum merdeka dari penerangan. Oleh

Jelang Nataru 2022, Dewan Ingatkan Pengusaha Tak Timbun Sembako
Kenalkan Sejarah, Sekolah Diharap Punya Program Kunjungan ke Museum
Anggota DPRD Berharap Stok Beras Di Sintang Tetap Tersedia

SINTANG, RB – Meski Indonesia sudah merdeka sejak 75 tahun lalu, namun masih banyak desa di Kabupaten Sintang yang belum merdeka dari penerangan. Oleh karena itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Hikman Sudirman mendorong pemerintah agar merealisasikan listrik ke semua desa di Kabupaten Sintang.

“Memang, masih banyak desa di Kabupaten Sintang yang belum teraliri listrik negara. Makanya,  permintaan akan listrik negara khususnya di daerah pemilihan (dapil) saya yakni Kecamatan Kayan Hilir dan Kecamatan Kayan Hulu, selalu ada setiap tahun,” kata Sudirman belum lama ini.

Sebagai contoh, kata politisi Demokrat ini, di Kecamatan Kayan Hilir saja masih banyak yang belum teraliri listrik, Padahal jaraknya tidak begitu jauh dari Kota Sintang.

“Kalaupun ada, listriknya merupakan hasil swadaya. Seperti Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLMH) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Tapi kan, tidak bisa maksimal penggunaanya karena keterbatasan daya. Beda dengan lisrik negara,” ungkap Sudirman.

Sudirman menilai sekarang ini sudah saatnya semua masyarakat di Bumi Senentang menikmati listrik Negara. “Kadang-kadang kasian juga saya ketika turun ke dapil melihat masyarakat kita masih menggunakan mesin dompeng dan genset, terkadang ada juga yang dirumahnya hanya menggunakan lampu pelita,” terang Sudirman.

Oleh sebab itu, Sudirman sangat berharap kepada pemerintah agar bisa merealisasikan listrik masuk desa. Paling tidak, dalam setahun dua atau tiga desa bisa teraliri listrik. Sehingga lama kelamaan akan tercover semua.

“Kalau belum, yang harus dipikirkan adalah bagaimana untuk mengakodir pemenuhan listrik dengan membantu masyarakat membangun PLTMH,” jelasnya.

Sudirman menyebut, sekarang ini sudah mulai sulit, karena sudah ditangani oleh provinsi. Sehingga pemerintah kabupaten tidak bisa menganggarkan untuk PLTMH atau PLTS.

“Nah, solusi ini yang harus kita cari bersama dengan pemerintah. Agar, sementara menunggu listrik negara masuk, daerah yang punya potensi dibangun PLMH atau PLTS, bisa mendapatkan penerangan,” tukasnya. (*)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0