Bupati Sintang Meninjau Proses Belajar Tatap Muka

43 views
banner 468x60)

SINTANG – Bupati Sintang, Jarot Winarno, meninjau proses kegiatan belajar mengajar tatap muka pertama di masa penerapan adaptasi kebiasan baru di dua sekolah percontohan.

Adapun sekolah yang di jadikan percontohan yakni SMPN 1 Sintang dan SMP Panca Setya 2.

Untuk yang masuk belajar tatap muka di dua sekolah tersebut yaitu siswa kelas IX.

Bupati Sintang, Jarot Winarno mengatakan bahwa di masa adaptasi kebiasan baru ini, kegiatan belajar tatap muka sudah di mulai diuji coba di dua sekolah yakni di SMPN 1 Sintang dan SMP Panca Setya 2 Sintang.

“Tadi saya langsung ninjau kesana, nampaknya tadi sih bagus-bagus aja, protokol kesehatan juga sudah di terapkan. SMPN Panca setya 2 tadi malah pakai face shield, SMPN 1 belum pakai face shield, cuman jaraknya di SMPN 1 di longgarkan atau pakai giliran tadi di jelaskan kepala sekolahnya”kata Jarot.

Jarot pun menjelaskan, dimulainya proses belajar mengajar di dua sekolah tersebut sudah mendapat persetujuan dari gubernur Kalbar.

Hal itu juga bukan tanpa alasan, karena Kabupaten Sintang sudah memilki mobile combat PCR, sehingga para guru dan murid di dua sekolah tersebut semuanya sudah di swab dengan hasil negatif covid-19 seluruhnya.

“Bapak gubernur sudah mengeluarkan imbauan agar jangan di lakukan dahulu, tapi pada awalnya saya sudah minta izin dengan beliau dan diizinkan, karena sintang beda, sudah punya mobile combat PCR, para guru dan murid di dua sekolah itu seluruhnya di swab, dan semuanya negatif covid-19″beber Jarot.

Namun demikian, kata Jarot, ada beberapa murid yang belum mau di swab, kalau belum mau di swab nda boleh masuk sekolah itu konsekuensinya, kata Jarot.

Jarot menuturkan bahwa uji coba belajar mengajar tatap muka di SMPN 1 Sintang dan SMP Panca Setya 2 ini dilaksakan pada hari Senin-Kamis nanti.

Setelah itu akan di evaluasi guna melihat langkah apa yang akan di ambil selanjutnya, apakah di lanjutkan atau tidak.

“Kita akan melihat sampai hari Kamis nanti, kita evaluasi apa-apa yang masih kurang, karena saya minta izin sama pak gubernur uji coba sampai hari Kamis. Kita minta petunjuk pada pak gubernur boleh di lanjutkan atau harus sama dengan kabupaten lain di hentikan” ujar Jarot.

“Kita lihat mana yang bagus, tapi intinya guru sama murid di dua sekolah itu sudah di swab dan semuanya negatif covid-19. Kita juga tidak mau, kita buka belajar tatap muka, lalu malah menjadi cluster baru”tutup Jarot. (*)

banner 468x60)
Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 468x60)